Metode ini melibatkan perubahan konten dan deskripsi situs web berbahaya yang dimiliki peretas. Hal ini membuat situs yang mereka miliki muncul di pencarian paling atas dalam mesin pencarian.
"Situs web semacam itu dapat ditemukan di tempat ketiga atau keempat dalam daftar hasil pencarian. Metode ini masih digunakan secara aktif oleh pelaku kejahatan siber," ujar Malware Analyst Kaspersky Oleg Kupreev dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situs web semacam itu dapat ditemukan di tempat ketiga atau keempat dalam daftar hasil pencarian. Efisiensinya telah berkurang berkat banyak mesin pencari yang berjuang melawan kegiatan SEO black-hat tersebut dan upaya mereka dalam melindungi pengguna dari konten berbahaya," katanya.
[Gambas:Video CNN]
"Agar tetap aman saat melakukan pencarian di web, kami sarankan Anda menggunakan solusi keamanan terpercaya dan menghindari untuk mengklik situs web yang mencurigakan dan tidak dikenal melalui mesin pencari," ujar Olev.
Berdasarkan laporan Kaspersky, serangan siber lewat situs porno menurun sekitar 36 persen dibandingkan 2017. Saat itu, ada lebih dari 1 juta pengguna serangan siber.
Lihat juga:Ransomware Merajalela, Lagi! |
(jnp/dal)