Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan produsen butuh berbagai dukungan pemerintah untuk menggemukkan pasar ekspor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bob belum dapat memastikan kontribusi Toyota bila target ekspor 1 juta unit pada 2024 terpenuhi. Saat ini ia melihat situasi perekonomian global serta peta industri otomotif dalam negeri masih 'terpuruk'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi saat ini sedang anomali perekonomian dunia karena perang dagang AS-China. Selain itu juga domestic market masih stagnan dalam tiga tahun terakhir," kata Bob.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menilai target Jokowi realistis diwujudkan asal Agen Pemegang Merek (APM) melalui prinsipal memberi restu. Ujung tombak ekspor produsen, disebutkan Jongkie, ada di tangan prinsipal masing-masing produsen.
"Karena ekspor kan dikendalikan para prinsipal masing-masing," ucap Jongkie.
[Gambas:Video CNN]
Jongkie menambahkan peningkatan ekspor juga tergantung produsen Indonesia sanggup menyesuaikan produk sesuai keinginan pasar global. Menurut Jongkie pasar otomotif global lebih cenderung meminta sedan dan Sport Utilit Vehicle (SUV).
"Ya mengikuti kemauan negara tujuan ekspor, lebih banyak jenis sedan dan SUV," kata Jongkie.
Mengutip situs resmi Sekretariat Presiden, Jokowi menyebutkan pada 2024 target ekspor harus bisa mencapai 1 juta unit.
"Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, tahun 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia," kata Jokowi.
Jokowi juga meminta pihak-pihak terkait untuk optimistis dalam mengejar target tersebut. Ia meyakini dengan target yang terukur sebenarnya industri otomotif nasional mampu mencapai target itu. (ryh/fea)