Dilansir dari CNET, CEO SpaceX Elon Musk akan meluncurkan kloter pertama satelit Starlink. SpaceX sesungguhnya telah meluncurkan sepasang satelit protipe pada tahun lalu.
Awal minggu ini, Musk mencuitkan gambar dari 60 satelit yang dinaikkan ke dijejalkan ke roket Falcon 9. Direncanakan roket Falcon 9 akan berangkat dari Pangkalan Udara Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada Rabu (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musk mengingatkan bahwa ekspektasi untuk peluncuran pertama ini harus dikurangi karena diprediksi akan banyak terjadi kesalahan.
[Gambas:Video CNN]
Orbit tinggi atau jauhnya jarak antara satelit dengan Bumi menyebabkan tingkat latensi yang tinggi. Hal ini membuat aktivitas yang membutuhkan latensi rendah seperti panggilan video, atau gaming menjadi sulit karena jeda yang tinggi. Sebab data harus melakukan perjalanan ke ruang angkasa dan kembali berulang kali.
Ide dasar Starlink adalah menggunakan satelit pada orbit yang jauh lebih rendah untuk mengurangi semua jeda waktu itu. Ide yang bagus, tapi tetap ada kendala.
Rendahnya orbit satelit menyebabkan satu satelit hanya bisa menjangkau area yang jauh lebih kecil. Sehingga membutuhkan jumlah satelit yang lebih besar untuk menyediakan layanan ke seluruh penjuru Bumi.