Gabungkan Instagram dan WhatsApp, AS Akan Blokir Facebook

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 11:08 WIB
Gabungkan Instagram dan WhatsApp, AS Akan Blokir Facebook Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Tony Avelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana bos Facebook, Mark Zuckerberg untuk mengintegrasikan layanan pesan instan WhatsApp, Messenger dan Instagram ditentang Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat (AS).

Badan itu bahkan mengancam perusahaan media sosial populer ini terancam diblokir. Sebab, menurut FTC, rencana Facebook itu dianggap menghambat persaingan dengan perusahaan layanan pesan instan lainnya.

Dilansir CNET, salah satu pejabat FTC disebut bakal membuat laporan ke pengadilan AS guna mencegah Facebook untuk mengintegrasikan layanan mereka. Langkah ini disambut baik oleh mantan penasihat senior FTC, Tim Wu.


"Pelaporan diperlukan untuk mencegah merger [penggabungan Instagram, Messenger, dan WhatsApp] dan mempertahankan status quo. Jika integrasi dilakukan maka membuat divestasi [pengurangan beberapa jenis aset, baik dalam bentuk finansial maupun barang," kata Wu dikutip The Wall Street Journal.


Gugatan FTC terhadap Facebook pun dinilai sebagai pembuka jalan untuk penegakan hukum federal terhadap perusahaan teknologi besar yang diduga melakukan pelanggaran antimonopoli.

Saat ini Facebook tengah berada di bawah pengawasan regulator di seluruh dunia atas praktik privasi data dan bagaimana anak perusahaannya WhatsApp dan Instagram memproses data pribadi.

Mark Zuckerberg membeli Instagram pada 2012 dan WhatsApp pada 2014, dan masing-masing sekarang digunakan oleh lebih dari 1 miliar orang.

[Gambas:Video CNN]

Pada Juli 2019, Facebook diminta membayar denda sebanyak US$5 miliar atau sekitar Rp69,8 triliun oleh FTC untuk menyelesaikan penyelidikan pemerintah terhadap praktik privasi dan meningkatkan perlindungan pada data pengguna.

Penyelidikan itu dipicu oleh tuduhan bahwa Facebook melanggar keputusan persetujuan 2012 dengan berbagi informasi yang tidak tepat milik 87 juta pengguna dengan perusahaan konsultan politik Inggris, Cambridge Analytica.

Di bawah kesepakatan itu, Zuckerberg dan eksekutif Facebook lainnya harus menandatangani sertifikasi triwulan-an yang membuktikan praktik privasi. FTC mengatakan sertifikasi palsu dapat mengakibatkan hukuman perdata dan pidana.

Facebook juga dilarang meminta kata sandi email ke layanan lain ketika konsumen mendaftar. Itu dilarang menggunakan nomor telepon untuk iklan jika mereka diperoleh dalam fitur keamanan seperti autentikasi dua faktor. Perusahaan juga harus mendapatkan persetujuan pengguna untuk menggunakan data pengenalan wajah.

(din/DAL)