Dilansir dari AFP, berdasarkan survei citra kelautan menunjukkan selat antara pulau Jawa dan Sumatra ditutupi oleh bebatuan berbentuk segitiga dari Anak Krakatau. Tinggi batu ini bisa mencapai 90 meter.
Sebagian kawah runtuh setelah meletus 22 Desember, dan kemudian meluncur ke laut sehingga memicu gelombang mematikan yang menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ribuan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini menggunakan alat bathymetry multibeam echosounder dan melibatkan gabungan tim dari British Geological Survey, National Oceanography Centre dan beberapa universitas AS dan Inggris. Tim gabungan ini memetakan dasar laut dengan teknologi sonar.
[Gambas:Video CNN]
Gunung Anak Krakatau muncul di lokasi Gunung Krakatau yang legendaris. Gunung Krakatau hancur akibat letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Letusan Gunung Krakatau menewaskan sedikitnya 36 ribu orang.
Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut volume longsoran Gunung Anak Krakatau yang memicu tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu mencapai 80 juta meter kubik atau 80 juta ton.