Perayaan hari ibu pada hari ini hanya di rayakan di Indonesia. Sementara di negara lain hari ibu biasanya dirayakan pada pekan kedua bulan Mei. Sementara pada beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, hari perempuan internasional dirayakan pada 8 Maret.
Penentuan tanggal Hari Ibu di Indonesia ditetapkan oleh Presiden Soekarno bertepatan dengan Kongres Perempoean Indonesia di Yogyakarta pada 22 Desember 1928. Kongres yang diselenggarakan di Dalem Jayadipuran ini dihadiri oleh sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.
Lihat juga:Mengembalikan Makna Perempuan di Hari Ibu |
Kongres berawal dari semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Tertular semangat pemuda, kaum perempuan terbakar semangatnya dan menyelenggarakan kongres. Kongres dimaksudkan untuk menggalang persatuan antarorganisasi yang saat itu cenderung bergerak sendiri-sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, Hari Ibu diperingati untuk mengenangkan jasa dan semangat kaum perempuan dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan. Namun dalam perkembangannya sekarang ini, Hari Ibu juga dirayakan untuk menghargai jasa ibu dalam berbagai hal, termasuk karier, urusan rumah tangga, dan kodrat alami sebagai ibu.
[Gambas:Video CNN]
Ibunya adalah seorang aktivis perdamaian yang kerap mengobati tentara korban perang dan membuat gerakan sosial untuk meningkatkan kesehatan publik. Akhirnya kongres menerima hari ini sebagai perayaan nasional dan dirayakan untuk menghargai para ibu di seluruh dunia.
Sementara itu di beberapa negara Katolik, hari Ibu kerap diidentikan dengan Bunda Maria. Perayaannya pun disesuaikan dengan peristiwa bersejarah terkait. Di Bolivia, hari Ibu dirayakan untuk mengenang peperangan yang melibatkan perempuan yang melindungi anak-anak mere (eks)