Menurut Sub Divisi Program Pendidikan Kemristek Sri Wahyu Cahyaningsih mengatakan puncak GMS di Jakarta mulai pukul 12.36 WIB sedangkan fase awal gerhana telah terjadi pukul 10.42 WIB.
"Khusus hari ini kita buka di atas gedung [Pusat Peragaan IPTEK TMII] untuk pengunjung. Kegiatan gratis tetapi pengunjung hanya perlu bayar Rp16.500 supaya bisa masuk gedung," kata Sri kepada awak media di Gedung PP IPTEK TMII, Jakarta, Kamis (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pandangan mata CNNIndonesia.com, pengunjung sudah mulai ramai memadati Gedung PP IPTEK TMII. Sebagian dari mereka memilih untuk berada di bawah karena pengelola juga menyediakan layar lebar untuk menyaksikan fenomena GMS.
1. Sumatera Utara (Simbolga dan Padang Sidempuan),
2. Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang),
3. Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang).
4. Kalimantan Barat (Singkawang),
5. Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dan
6. Kalimantan Timur (Makulit dan Berau).
Sedangkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan sebagian wilayah Indonesia hanya bisa menikmati fenomena Gerhana Matahari Sebagian.
[Gambas:Video CNN]
Menyoal waktu terbaik untuk mengamati GMC, Planetarium Jakarta menjabarkan pada fase awal GMC di Batam, tahap parsial awal akan terjadi pukul 10.27 WIB.
Lalu munculnya cincin awal akan terlihat pukul 12.22 WIB dan mencapai puncak pukul 12.24 WIB. Cincin akan mulai memasuki tahap akhir pukul 12.25 dan tahap parsial akhir terjadi pukul 14.18 WIB.
Fase GMS di Jabodetabek dimulai pada tahap parsial awal terjadi pukul 10.42 WIB. Puncak GMS diperkirakan muncul pukul 12.36 WIB dan berakhir pukul 14.23 WIB.
Fenomena alam ini bisa disaksikan di program spesial CNN Indonesia, live streaming CNNIndonesia.com mulai pukul 10.00 WIB. CNN Indonesia menyiarkan langsung pantauan dari titik-titik lokasi gerhana matahari, serta bincang-bincang dengan para narasumber dari studio di Jakarta. (din/mik)