Gerhana Matahari Cincin: dari Salat sampai Atraksi Budaya

CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 13:17 WIB
Sejumlah wilayah di Indonesia menyelenggarakan acara istimewa untuk menyambut fenomena gerhana matahari cincin dan gerhana matahari sebagian. Ilustrasi gerhana matahari cincin. (MARTIN BERNETTI / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah wilayah di Indonesia menyelenggarakan acara istimewa untuk menyambut fenomena gerhana matahari cincin dan gerhana matahari sebagian yang terjadi pada kurun waktu tertentu.

Di Singkawang, Kalimantan Barat, pemerintah daerah bekerja sama dengan warga menyelenggarakan atraksi kebudayaan di atas panggung. Aksi budaya akan ditampilkan oleh para siswa dari 21 sekolah dan beberapa sanggar tari.

Masyarakat setempat juga tak hanya antusias menunggu aksi di atas panggung, tetapi juga pawai budaya yang akan berkeliling melintasi sejumlah landmark di pusat kota Singkawang.


Tak hanya itu, Pemerintah Kota Singkawang juga menyediakan makanan gratis bagi warga, termasuk wisatawan yang berkunjung di wilayah pusat kota Singkawang. Seluruh gelaran itu diadakan karena gerhana matahari cincin dianggap sebagai fenomena yang sangat langka dan baru akan terjadi puluhan tahun mendatang.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak gerhana matahari cincin di wilayah Singkawang terjadi pukul 12.42 WIB dan berlangsung selama 3 menit 39 detik. Adapun, matahari dan bulan beririsan mulai pukul 10.43 WIB.

Di Surabaya, Jawa Timur, warga menyelenggarakan Salat Gerhana di mesjid-mesjid besar yang berada di pusat kota. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia TV, terdapat sekitar lima titik wilayah yang mengadakan Salat Gerhana secara bersama-sama.

Di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut, gerhana matahari terjadi mulai 11.03 sampai 13.00 WIB.

Di Bandung, Jawa Barat, Observatorium Bosscha menyediakan empat teleskop dan satu kamera jarak jauh agar pengunjung bisa menyaksikan gerhana matahari parsial.

Gerhana matahari sebanyak 70 persen itu dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.38 WIB di Bandung. Fenomena ini diprediksi baru akan berlangsung 12-15 tahun mendatang.

[Gambas:Video CNN]
(lav/lav)