Untuk merealisasikan mimpinya, ia sempat menjadi tenaga kerja (TKI) di luar negeri untuk menabung biaya kuliah. Setelah itu, ia pulang ke Indonesia dan kuliah sambil bekerja. Perjuangannya tak pernah berhenti.
Beberapa waktu berselang, baru setelah menikah Ibu Tyana dan suaminya bisa membuka usaha di bidang makanan bernama Nasi Goreng Maut Seafood. Alasan penamaan usahanya yang unik adalah "biasa saja tidak bisa, namun harus ada suatu hal yang membuatnya berbeda dan diingat".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu sebelum gabung GrabFood usaha saya itu tidak stabil, tetapi setelah saya bergabung Alhamdulillah usaha saya jauh lebih stabil. Bahkan pendapatan saya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya," ujar Tyana dikutip dari Official YouTube Channel Grab, Selasa (17/12).
Ibu Tyana berprinsip bahwa mewujudkan mimpi tidak cukup dengan kerja keras dan doa saja, tapi sedekah juga kunci yang membawa usahanya semakin maju dan melesat.
"Ingin buka cabang di mana-mana tapi kan cuma kita mikirin harga sewa tempat, terus di lokasi mana yang tepat. GrabKitchen itu memberikan solusi. Mereka memilihkan tempat-tempat yang strategis tanpa kita (merchant) harus membayar sewanya. Jadi kita hanya fokus pada jualan dan kualitas saja," tutur Tyana.
Menurut Tyana mewujudkan mimpi tidak cukup dengan kerja keras dan doa saja tapi sedekah juga kunci yang membawa usahanya semakin maju dan melesat. Mimpi dengan perjuangan yang panjang akhirnya sedikit demi sedikit tercapai. (fef)