Pikir-pikir Masa Depan Mobil Bekas Banjir, Reparasi atau Jual

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 11:18 WIB
Pada umumnya cuma ada dua pilihan buat mobil yang terendam banjir Jakarta, yakni direparasi atau dijual. Masing-masing ada konsekuensinya. Evakuasi korban banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Kamis, 2 Januari 2020. (CNN Indonesia/Ike Agestu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Secara umum ada dua pilihan masa depan buat mobil yang terendam banjir Jakarta, yakni direparasi atau dijual. Setiap pilihan tergantung pemilik, namun ada baiknya mengerti konsekuensinya.

Bila pilihannya direparasi, pemilik perlu memahami bahwa mengembalikan kondisi mobil yang pernah kebanjiran menjadi normal merupakan pekerjaan rumah cukup serius.

Contohnya bila mobil terendam hingga membanjiri lantai kabin, otomatis perlu ada pengecekan atau pengerjaan perbaikan pada karpet dasar, jok, kelistrikan, lampu-lampu, kaki-kaki, transmisi, dan bahkan sampai turun mesin bila air sempat masuk ke ruang pembakaran.


Estimasi perbaikan itu di bengkel beragam, mulai dari jutaaan hingga puluhan juta rupiah. Menimang besarnya biaya pemilik bisa saja berpikir ulang lantas mengambil opsi lain, yakni dijual.

Senior Manager bursa mobil bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih beranggapan pemilik mobil pasca banjir masih punya harapan jika ingin melakukan reparasi. Tapi menurut dia itu hanya berlaku buat mobil yang tak terlalu canggih atau bukan tergolong mobil premium.

Herjanto mengatakan mobil-mobil menengah ke bawah masih ada harapan dibetulkan meski begitu dia bilang tidak bakal bisa 100 persen sembuh.

"Mobilnya apa dulu. Kalau seperti Avanza dan sejenisnya ya mobil-mobil umum itu dibenerin saja. Banyak contoh yang sudah bisa," kata Herjanto saat dihubungi, Kamis (2/1).


Pikir-pikir Masa Depan Mobil Bekas Banjir, Reparasi atau JualMobil terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta membuat sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Namun khusus mobil premium yang pernah terendam banjir, dia mengatakan sebaiknya dijual. Mobil premium dianggap punya sistem komputerisasi canggih dengan banyak memakai komponen elektronik yang butuh biaya perbaikan lebih mahal lagi.

Mobil premium yang dimaksud bisa dikategorikan seharga lebih dari Rp700 juta.

"Yang masalah itu mobil Eropa atau Amerika. Kalau mobil Jepang juga ada yang canggih seperti Lexus, Toyota Camry, atau Honda Accord," katanya.

"Jadi nih ya dulu ada pedagang yang pengen mobil canggih begitu, padahal dia tau mobilnya bekas banjir. Terus sama dia dibeli. Tapi betulinnya tidak selesai-selesai. Sampai yang namanya kabel saja harus diganti semua," ucap Herjanto lagi.

Herjanto mengingatkan mobil premium semestinya punya asuransi yang menjamin kerugian bila terjadi hal-hal luar biasa seperti kebanjiran.


[Gambas:Video CNN]
Sebelum Dijual

Jeffrey Andika, CEO perusahaan yang menyediakan jasa inspeksi mobil bekas, OtoSpector, menjelaskan mobil terendam banjir sebaiknya dibersihkan dan dibetulkan lebih dahulu.

Setelah selesai diperbaiki, dia menyarankan jajal mengemudikannya untuk mengetahui bermasalah atau tidak sekaligus memastikan semua komponen dan sistem kendaraan berfungsi normal.

"Coba kendarai mobilnya. Bermasalah atau tidak. Karena mobil sekarang itu banyak elektroniknya. Kalau kena air pasti korslet dan suka eror," kata Jeffrey.

Jeffrey mengungkapkan jika rentan eror dan perbaikannya diprediksi mahal, tidak ada salahnya dijual. Tapi pemilik harus paham jika mobilnya akan ditawar orang dengan harga di bawah dibanderol pada umumnya. (ryh/fea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK