Iran menggunakan peluncur roket Katyusha untuk menyerang basis pasukan Amerika Serikat tersebut. Trump dalam cuitannya merasa serangan tersebut tidak memberikan dampak besar dengan mengatakan 'all is well' dan 'so far so good'.
Katyusha merupakan peluncur roket buatan Rusia yang digunakan sejak 1941 dan terus mengalami perkembangan seiring berkembangnya metode peperangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari RBTH, Rusia pada pertengahan 2019 telah memperbarui Katyusha untuk menghadapi abad ke 21. Katyusha dilengkapi dengan kendali jarak jauh modern dan sistem panduan memudahkan kru untuk menentukan membidik dan mengunci target.
[Gambas:Video CNN]
Model terbaru Katyusha dapat menembakkan salvo 40 misil dengan jarak maksimal 25 mil atau 40 kilometer dari target. Katyusha hanya membutuhkan 20 detik untuk melontarkan 40 misil tersebut.
Peluncur roket Katyusha saat ini memiliki dua varian misil, misil kaliber 122 mm dan 300 mm. Selain beberapa roket di atas, Katyusha juga dapat meluncurkan roket dari berbagai kaliber.
| Nama Roket | Kaliber (mm) | Jarak Maksimal | Berat Hulu Ledak |
| M-8 | 82 | 5,900 m (6,500 yd) | 0.64 kg (1.4 lb) |
| M-13 | 132 | 8,740 m (9,560 yd) | 4.9 kg (11 lb) |
| M-13DD | 132 | 11,800 m (12,900 yd) | 4.9 kg (11 lb) |
| M-13UK | 132 | 7,900 m (8,600 yd) | 4.9 kg (11 lb) |
| M-20 | 132 | 5,050 m (5,520 yd) | 18.4 kg (41 lb) |
| M-30 | 300 | 2,800 m (3,100 yd) | 28.9 kg (64 lb) |
| M-31 | 300 | 4,325 m (4,730 yd) | 28.9 kg (64 lb) |
| M-31UK | 300 | 4,000 m (4,400 yd) | 28.9 kg (64 lb) |