Soleimani dinyatakan tewas bersama tiga tokoh lainnya dalam serangan rudal dari pesawat nirawak Amerika Serikat saat baru mendarat di bandara internasional Irak.
Diketahui pemerintah AS menetapkan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang dikomandoi Soleimani sebagai organisasi teroris asing. Instagram sudah lebih dulu menutup akun milik Soleimani dari layannya pada April 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran |
Kendati demikian, perusahaan milik Mark Zuckerberg terebut tetap mempersilahkan banding jika pengguna merasa konten mereka tak ada unsur dukungant terhadap Soleimani.
"Qasem Soleimani berencana menyerang warga AS, tetapi kini kita bisa memastikan hal itu sudah berhenti demi kebaikan," kata Trump satu hari setelah menghabisi nyawa Soleimani.
Sebagai balasan, Iran menyerukan pembalasan sekeras-kerasnya atas aksi yang menewaskan petinggi negaranya. Iran kemudian melakukan aksi balasan dalam serangan dua hari berturut-turut ke dua markas militer dan kantor kedubes di Irak. (din/evn)