Mengenal Tanaman Vetiver yang Dapat Kurangi Erosi Tanah

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 06:58 WIB
Tanaman Vetiver disebut mampu mengurangi erosi pada tanah yang mudah terkikis dan tidak stabil, khususnya pada lereng yang curam. Ilustrasi tanaman Vetiver. (Istockphoto/undefined undefined).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanah longsor kerap kali terjadi saat curah hujan lebat dan banjir menerjang sejumlah daerah rawan. Fenomena ini biasanya dihadapi oleh masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan.

Salah satunya, kasus tanah longsor sempat menerjang masyarakat yang tinggal di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setidaknya ada 6 desa terisolasi beberapa waktu lalu.

Melalui situs resminya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk memelihara tanaman Vetiver. Tujuannya, untuk mencegah tanah longsor dan erosi sebagai bentuk mitigasi bencana.


Menurut unggahan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tanaman Vetiver yang memiliki nama latin Chrysopogon zizanioides ini disebut mampu mengurangi erosi pada tanah yang mudah terkikis dan tidak stabil, khususnya pada lereng yang curam.


Akar Vetiver diketahui sangat dalam dan masif, panjangnya dapat mencapai 3-4 meter hanya dalam kurun satu tahun setelah ditanam. Hal itu membuat Vetiver mampu mengikat tanah dan sulit dihanyutkan oleh arus yang deras.

Saat Vetiver ditanam rapat, tanaman pagarnya yang lebat berguna untuk menyaring sedimen sebagai penyebar air. Selain itu, tanaman ini juga tahan terhadap tanah, penyakit, dan api.

Manfaat lain ialah menyerap karbon, pakan ternak, mengusir hama, bahan atap rumah, dan bahan dasar kertas.

Ketika ditanam pada tanah yang mudah terkikis dan tidak stabil, Vetiver akan melakukan sejumlah proses yakni mengurangi erosi, menstabilkan tanah yang terkikis. Oleh karena kelembapan dan nutrisi yang tersimpan di dalam tanaman, maka tanaman lain bisa ditanam setelahnya.

[Gambas:Video CNN]

Oleh karena itu, Vetiver dijuluki 'tanaman perawat pada tanah yang sakit'.

Menurut BNPB, Vetiver mudah dikendalikan karena tidak menghasilkan bunga dan biji yang cepat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya.

Akar tanaman mampu menembus lapisan setebal 15 sentimeter (Cm) yang sangat keras. Cara kerja akar seperti besi kolom yang masuk ke dalam, menembus lapisan tekstur tanah dan pada waktu yang bersamaan dapat menahan partikel-partikel tanah dengan akar serabutnya.

Akar tanah juga dapat merangsek masuk ke tanah sedalam lebih dari 3 meter yang berfungsi seperti kolom-kolom beton lalu menahan tanah agar tidak longsor. Barisan akar tanaman juga dapat menahan material erosi di belakang tubuhnya sehingga mengurangi kecuraman dan akhirnya membentuk teras-teras yang lebih landai.

(din/lav)