"MG belum ada obrolan ke saya, apa mereka sudah kasih report sama direktorat saya, belum tau. Tapi ke saya belum," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Harjanto saat dihubungi, Kamis (9/1).
MG merupakan anak perusahaan asal China, Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC). Saat ini SAIC sudah memulai bisnis di Indonesia melalui anak perusahaannya yang lain, SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin ke Gaikindo sudah datang, ke kami belum tapi. Nanti saya cek. Saya jadi belum bisa komentar banyak, soalnya orang [pejabat MG] tidak ada bilang apa-apa ke saya," ucap Harjanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mereka bisa ke BKPM untuk dapat izin usaha industri. Kalau ke kami dia pasti biasanya akan konsultasi seperti kebijakan pemerintah. Tanya soal policy ke depan agar bisa menyesuaikan produk yang ingin dijual," katanya.
"Kalau bicara sama kami, tentu kami berikan infonya. Kemenperin hanya pembina. Tapi kalau tidak mau bicara misalnya hanya BKPM dan langsung berdirikan ya bisa saja," kata Harjanto lagi.
"Kalau punya kehati-hatian mendalam mereka pasti konsultasi seperti Hyundai. Berkali-kali datang ke kantor saya menanyakan seperti apa policy, jadi apa nanti yang bisa mereka dorong," ucap Harjanto.
Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo mengakui sudah ada pertemuan antara Gaikindo dengan pihak MG. Namun demikian dia bilangg belum mendapat informasi perkembangan selanjutnya.
"Gaikindo menunggu aplikasi dan jika semua persyaratan dipenuhi maka kami menyambut baik merek apa pun untuk masuk ke Indonesia dan menjadi anggota Gaikindo," kata Jongkie. (ryh/fea)