Menjajal Tol Bakauheni-Palembang

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 14:11 WIB
Menjajal Tol Bakauheni-Palembang Pengguna bisa melalui lintas timur atau jalan tol untuk sampai di Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalan tol Trans Sumatera menimbulkan asa perjalanan dari Bakauheni ke Palembang menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Tol ini solusi berkendara menuju ke wilayah Sumatera.

Pengerjaannya terbagi dalam beberapa bagian tahap, pertama tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Terbanggi Besar-Palembang, Sumatra Selatan.

Jalan tol Tran Sumatera ruas Bakauheni-Palembang sepanjang 360 kilometer yang pengerjaannya dimulai pada 2015. Pemerintah mengebut pengerjaannya menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020.


CNNIndonesia mencoba tol Bakauheni sampai Palembang akhir tahun lalu. Perjalanan menuju tol dimulai dari Pelabuhan Bakauheni pukul 11.00 WIB.

Begitu keluar dari kompleks Pelabuhan Bakauheni pengemudi akan dihadapi dua pilihan jalan. Pengemudi yang hendak menuju Palembang dan Kalianda melalui lintas timur bisa ambil jalur kanan, sementara bagi ke Kota Palembang dan Bengkulu melalui jalan tol bisa mengambil jalur sebelah kiri.

Saat itu kondisi tol ramai mobil pribadi dan truk pengangkut sembako, namun tidak menyebabkan penumpukan kendaraan menuju tol Trans Sumatra.

Tol Bakauheni-Palembang ini memiliki dua lajur dan satu lajur bahu jalan dan sudah diperuntukkan untuk kendaraan Golongan I ke atas.

Pengendara harus benar-benar menjaga kecepatan sesuai dengan rekomendasi pengelola sebab kondisi jalan relatif lurus yang tanpa disadari bisa menurunkan konsentrasi pengemudi. Pantauan CNNIndonesia, rambu-rambu yang terpasang kecepatan minimum di angka 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam.

Karakter jalan tol terbuat dari beton relatif mulus dan tidak naik turun. Sementara fasilitas pendukung jalan tol seperti rambu penunjuk arah sudah terpasang di setiap titik dan mudah terpantau oleh pengendara.

Rambu-rambu yang terpasang kecepatan minimum di angka 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam.Rambu-rambu yang terpasang kecepatan minimum di angka 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Masalahnya jalan tol minim penerangan. Lampu penerang jalan tol cuma tersedia di akses keluar dan masuk tol. Sebaiknya hati-hati bila ada pengendara yang memutuskan menempuh perjalanan malam hari melintasi tol Trans Sumatera.

Setelah sekitar 1 jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata 100 km per jam dengan jarak 95 kilometer, saya putuskan untuk keluar di Bandar Lampung untuk istirahat dan makan siang. Pengelola jalan tol sudah mengenakan tarif tol kepada pengguna sebesar Rp68 ribu dengan metode pembayaran uang elektronik e-toll.

Sepanjang perjalanan sudah berdiri tempat peristirahatan dan pelayanan (TIP) atau rest area, namun belum beroperasi sepenuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Para pedagang mendirikan tenda-tenda untuk menjajakan barang dagangannya. Sementara Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum beroperasi. Pertamina hanya menyediakan dispenser darurat yang jenis bahan bakarnya terbatas.

Pukul 12.40 WIB, saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Kendaraan bergerak dengan kecepatan antara 100 km per jam - 130 km per jam karena jalan tol relatif mulus. Perjalanan melewati Gunung Sugih, Mesuji, Kayu Agung dan Jakabaring, Palembang.

Sejumlah pekerja sedang memperbaiki jalan tol yang rusak.Sejumlah pekerja sedang memperbaiki jalan tol yang rusak. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Begitu masuk ke jalan tol Provinsi Sumatra Selatan, ruas jalan tol sudah beraspal namun belum rampung seluruhnya. Sejumlah ruas jalan beraspal bahkan sedang diperbaiki. Terlihat dari alat berat dan truk serta beberapa pekerja melakukan proses perbaikan jalan rusak.

Untuk diketahui sepanjang perjalanan mata pengemudi dan penumpang akan menikmati pemandangan persawahan milik masyarakat. Sesekali dihibur dengan pemandangan perbukitan di sisi kanan dan kiri.

Sekitar 3,5 perjalanan untuk jarak tempuh sekitar 270 km akhirnya kami tiba di exit tol Jakabaring (Palembang) di km 360. Bisa diakui kondisi jalan tol Trans Sumatra relatif mulus.

Exit tol KM 360 Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.Exit tol KM 360 Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Alhasil, CNNIndonesia membutuhkan waktu 5 jam untuk sampai di Jakabaring Palembang dari Bakauheni yang berjarak 360 km. Dan butuh sekitar 20 menit untuk sampai ke Jambatan Ampera dari exit tol Jakabaring dengan jarak sekitar 15 km.

Secara keseluruhan Bakauheni menuju Palembang sekitar 5,5 jam perjalanan, atau lebih cepat dibandingkan dengan melalui jalan non tol selama 10-12 jam.

Untuk diketahui pengelola menyiapkan 12 tempat istirahat sepanjang jalur tol Bakauheni-Palembang dengan tarif resmi untuk Golongan I sebesar Rp283 ribu yang resmi berlaku awal 2020. Namun saat itu ruas tol Bandar Lampung-Palembang masih digratiskan jadi bisa menghemat Rp215 ribu. (mik)