Hal pertama yang mesti dianalisa yaitu memastikan ketinggian air yang merendam motor. Penanganan sendiri bisa dilakukan pada motor yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm atau setengah roda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum memulai perawatan, pastikan mencopot kelistrikan baterai untuk menghindari korsleting. Ada baiknya pemilik tidak berusaha menyalakan mesin usai motor terendam banjir sebab ada kemungkinan air sudah tersedot masuk mesin lewat saringan udara atau bahkan melalui celah-celah kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan sendiri yaitu menguras pelumas. Suku cadang yang disiapkan yakni setidaknya dua botol pelumas baru.
Mengosongkan pelumas dari mesin bukan pekerjaan sulit sebab bisa memanfaatkan gravitasi. Caranya tinggal buka penutup lubang pembuangan pelumas di bagian bawah, kemudian biarkan pelumas keluar.
Pemilik bisa mengamati kondisi internal mesin melalui pelumas tersebut, bila sudah tercampur air biasanya ada perubahan warna, yaitu menjadi coklat atau seperti kopi susu.
Baru setelah itu masukan lagi pelumas baru dan setelahnya nyalakan kembali motor Anda. Umumnya mesin akan mengalami gejala 'brebet', tapi setelah itu mesin bakal kembali normal seperti semula.
Terakhir, cuci motor Anda agar tidak ada kotoran air banjir yang menempel. Perlu diketahui kotoran air tersebut efeknya dapat meninggalkan noda dan karat pada bagian besi sepeda motor. (ryh/fea)