Keluh kesah hingga aduan dari para pengguna Facebook pun memenuhi halaman media sosial.
Pakar keamanan siber dari Communication & Information System Security Research Center Pratama Persadha menjelaskan fenomena tersebut. Menurut dia, setidaknya ada tiga cara yang membuat para pengguna Facebook tiba-tiba memberikan 'like' ke fanpage Anies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan script model ini digunakan untuk melakukan auto like pada unggahan dan menambah jumlah pengikut di fanpage.
Kedua, Facebook memberikan fitur berbayar lewat iklan untuk mempromosikan fanpage dan dalam fanpage tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Setiap promosi akan mempunyai tanda keterangan sponsor atau promosi. Biasanya warganet tidak sadar melakukan like akibat fitur iklan yang sering disebut Facebook ads ini," ujar Pratama.
Ketiga, dengan cara manual, yakni akun-akun 'mirip Anies Baswedan mengajukan permintaan pertemanan di Facebook. Setelah memiliki ribuan atau puluhan ribu teman, akun tersebut dikonversi menjadi fanpage. Teman dalam akun tersebut otomatis akan menyukai fanpage.
"Setelah lima ribu friend, dilebur ke fanpage, namun cara ini sangat sulit dan memakan waktu yang lama," ujar Pratama.
Pratama di sisi lain mengingatkan bahwa isu auto like pada fan pages Anies ini muncul karena diramaikan oleh para buzzer. Oleh karena itu, Pratama mengatakan isu ini sangat politis.