Oleh Toyota, kota ini dinamai Woven City dan proyeknya telah diungkap di pameran elektronik CES beberapa hari lalu. Woven City atau Kota Tenun diambil dari sejarah Toyota sebagai pabrik mesin tenun.
CEO Toyota Akio Toyoda menggambarkan kota Woven bisa diibaratkan sebagai 'laboratorium hidup' yang memungkinkan peneliti, ilmuwan dan insinyur untuk menguji teknologi dalam lingkungan kehidupan nyata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Toyoda, kota Woven didukung penggunaan energi bersih, misalnya memanfaatkan sel bahan bakar hidrogen dan atap panel surya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Saat dibuka, Woven diharapkan menjadi rumah bagi sekitar 2.000 orang selama beberapa tahun pertama. Mereka merupakan karyawan perusahaan dan keluarga mereka, serta pensiunan, peneliti, hingga mitra mitra proyek itu.
Proyek ini merupakan kolaborasi antara Toyota dengan perusahaan arsitektur Denmark Bjarke Ingels Group (BIG). Desain kota disebut juga bakal mengambil inspirasi dari Jepang masa lalu.
BIG sendiri merupakan perancang gedung kembar World Trade Center di New York serta kantor Google LLC di Silicon Valley dan London.
"Rumah di Kota Woven akan berfungsi sebagai tempat uji untuk teknologi baru, seperti robot di rumah untuk membantu kehidupan sehari-hari," kata sang arsitek. (ryh/mik)