YLKI: Blokir Netflix, Telkom Bisa Dituntut

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 20:26 WIB
Pemblokiran Netflix oleh grup Telkom dianggap melanggar hak publik dan bisa dituntut oleh konsumen. Ilustrasi Netflix. (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan pemblokiran Netflix oleh grup Telkom melanggar beberapa hak konsumen. Salah satunya adalah melanggar hak untuk mendapat informasi.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo mengatakan sesungguhnya masyarakat bisa mempersoalkan hal tersebut apabila dirasa merugikan.

"Yang pertama, hak untuk mendapat informasi, right to know. Kalau pemblokiran itu menghambat konsumen mendapat informasi, mestinya dapat dipersoalkan," kata Sudaryarmo, dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).


Kemudian pemblokiran ini juga melanggar hak konsumen untuk memilih. Pasalnya di beberapa wilayah di Indonesia ada beberapa wilayah yang jaringan internetnya dikuasai oleh grup Telkom, sehingga pengguna sama sekali tidak bisa pindah ke penyedia jaringan internet agar bisa mengakses Netflix.


Telkom memiliki jaringan eksklusif di beberapa wilayah sehingga konsumen mau tidak mau menggunakan layanan Telkom dan anak perusahaannya.

"Kenapa Telkom memblokir karena dia tau posisi konsumen tidak bisa memilih, kalau dia (Telkom) ada di posisi eksklusif. Tidak ada pilihan. 'Mau apa kamu?'," ujar Sudaryatmo.

[Gambas:Video CNN]

Sudaryatmo mengatakan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) melakukan investigasi lagi untuk mendeteksi adanya persaingan tidak sehat atau kecurangan yang dilakukan Telkom terhadap Netflix.

"Menurut saya perusahaan-perusahaan yang menyalahgunakan posisi dominan itu KPPU ya investigasi. Apakah ini masuk ke kategori persaingan usaha tidak sehat," katanya.

Saat ini berbagai anak usaha Telkom bekerja sama dengan berbagai layanan streaming lain. Misalnya Telkomsel dengan Hooq dan IndiHome dengan iFlix. Tapi pengguna layanan internet grup Telkom tak bisa melakukan streaming layanan Netflix.



(jnp/DAL)