AISI Tidak 'Ambisius' Pasang Target Penjualan Motor 2020

CNN Indonesia | Sabtu, 18/01/2020 10:46 WIB
AISI Tidak 'Ambisius' Pasang Target Penjualan Motor 2020 Pameran industry otomotif motor yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan sepeda motor periode 2020 diproyeksi stagnan sehingga target yang ditetapkan sepanjang tahun ini sama dengan hasil 2019, yaitu 6,48 juta unit. Proyeksi ini tidak ambisius mengingat pada tahun lalu target yang ditetapkan 6,3 juta unit dan telah terlampaui.

Menurut catatan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor pada 2019 meningkat dari rekaman 2018 yang berhenti pada angka 6.383.108 unit.

"Ya sama lah dengan tahun lalu," kata Ketua Umum AISI Johannes Loman soal proyeksi penjualan motor 2020 di Jakarta, Kamis (16/1).


Sekretaris Jenderal AISI Hari Budiarto turut mengamini prediksi penjualan pada tahun ini berpotensi stagnan. Dia memaparkan alasannya karena kondisi ekonomi yang berefek pada daya beli konsumen.

"Ya kondisinya itu sama dengan sekarang, malah bisa flat," kata Hari.

Hari juga menyinggung faktor lain yang bisa mempengaruhi penjualan motor pada tahun ini, yaitu perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

"Ya intinya kalau bisa lebih dari itu ya kami bersyukur. Tapi sejelek-jeleknya kami 6,4 juta unit," kata Hari.

Ekspor 1 Juta Unit pada 2020

Loman mengatakan ada kemungkinan ekspor motor Completely Built Up (CBU) buatan Indonesia dari lima anggota AISI yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS naik menjadi 1 juta unit. Selama 2019 ekspor menyentuh 800 ribuan unit.

"Saya kira sih 1 juta unit bisa tercapai," kata Loman.

"1 juta itu CBU, sebetulnya ekspor anggota kami ada komponen juga. Komponen itu juga kaya mesin kaya frame itu nilai besar," kata Loman.

Seperti diketahui tren ekspor motor Indonesia terus tumbuh sejak 2014. AISI mencatat total ekspor 2014 sebanyak 41.746 unit, kemudian naik pada 2015 menjadi 228.229 unit.

Lalu kenaikan pada 2016 mencapai 284.065 unit. Kemudian pada 2017 431.187 unit, lantas menjadi 630.621 unit pada 2018. (ryh/fea)