6 Fakta Ganja yang Ditemukan di Gunung Guntur Garut

eks, CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 16:37 WIB
6 Fakta Ganja yang Ditemukan di Gunung Guntur Garut Ilustrasi. Tanaman ganja banyak ditemukan di Gunung Guntur, Garut. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Garut mengadukan temuan ladang ganja di kawasan Gunung Guntur, Garut. Padahal gunung ini adalah bagian dari kawasan konservasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gunung Guntur.

Sebelumnya, Polres Pagar Alam, membongkar temuan ladang ganja di lahan yang diduga merupakan kawasan hutan lindung. Ladang ganja itu ditanam seluas tiga hektar di kawasan perbukitan Padi Ampe, Sumatera Selatan, Jumat (17/1). Temuan ini juga didasarkan dari laporan warga yang menyebut marak terjadi penjualan ganja di Kota Pagar Alam.

Dari kedua kasus tersebut, laporan warga menjadi vital untuk memerangi penyebaran tanaman yang tergolong narkotika golongan I ini. Warga bisa berperan aktif melaporkan penanaman ilegal tanaman ini dengan mengetahui ciri-ciri tanaman tersebut.

1. Pertama dibudidayakan di China dan India


Mengutip Live Science, tanaman ini berasal dari Asia Tengah dan saat ini diproduksi di seluruh dunia. Diperkirakan pertama kali tumbuh di dataran tinggi Asia dekat pegunungan Tian Shian Mountains. Sehingga tanaman ini pertama kali dibudidayakan di China dan India.

2. Psikotropika tertua di dunia

Mengutip Live Sciene, ganja merupakan salah satu bahan psikotropika tertua di dunia yang pernah digunakan manusia. Hasil galian arkeologi, temukan daun ganja dalam pecahan gerabah di Taiwan berumur 10 ribu tahun.

3. Stimuli rasa senang

Ganja masuk dalam bahan psikotropika lantaran memancing hormon dopamin yang memicu reaksi rasa menyenangkan di tubuh.

Pemicunya diduga berasal dari tetrahydrocannbinol atau THC yang ada di dalam ganja. THC dikategorikan memiliki efek psikoaktif yang membuat "high" atau "giting" jika dikonsumsi.

4. Kadar THC meningkat
 
Berdasarkan situs institut Nasional Penyalahgunaan Obat-obatan di Amerika Serikat, kadar THC dalam ganja telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada awal 1990-an kadar THC mariyuana kurang dari 4 persen. Saat ini kadarnya lebih dari 12 persen. Kadar ini bahkan lebih tinggi ketika daun itu diolah menjadi ekstraksi. Hingga saat para peneliti belum mengetahui penyebab peningkatan ini.

5. Ciri tanaman

Tanaman ini punya nama lain pot, weed, ganja, mary jane, dengan nama ilmiah Cannabis. Saat ini terdapat tiga jenis mariyuana, Cannabis sativa, Cannabis indica, dan Cannabis ruderalis.

Tanaman ini punya bentuk daun lebar dan panjang. Tanaman ini bisa tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Pohonnya bisa tumbuh hingga 5 meter.

Semua bagian tanaman ini, baik daun, batang, bunga, dan ekstrak benang sari bisa dikonsumsi. Cara konsumsinya pun berbeda-beda, mulai dari dimakan langsung hingga diolah terlebih dulu.

[Gambas:Video CNN]

6. Sempat jadi obat

Mariyuana sempat populer sebagai obat pada era 1800-an. Tapi pada 1900-an mulai terjadi penolakan bahan ini sebagai bahan pengobatan.

Di Indonesia, ganja masih menjadi barang haram. Hal ini tertuang pada UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman karena menanam pohon terlarang ini bisa dikenakan penjara 4-12 tahun dan denda Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

Itu pidana bagi yang menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan ganja kurang dari 1 kilogram. Jika beratnya lebih dari 1 kilogram atau lebih dari 5 batang pohon, maka hukumannya lebih berat. Penjara 5-20 tahun plus denda hingga Rp8 miliar.

Hal ini tertuang pada pasal 111 UU 35/ 2009. Selain itu, UU no.8/ 1976 tentang pengesahan konvensi tunggal narkotika juga melarang aturan tersebut.

Namun, bahan narkotika ini diperbolehkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (eks)


ARTIKEL TERKAIT