Bus pariwisata Perusahaan Otobus (PO) Purnamasari nomor polisi E 7508 W mengalami kecelakaan saat membawa penumpang dari tempat wisata Tangkuban Perahu menuju ke Depok. Sopir bus Dede Purnama dinyatakan tewas setelah kejadian.
Almarhum Dede Purnama dimakamkan pada Minggu (19/1) pagi di tempat pemakaman umum di Kampung Cikuda, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan dalam menghadapi kontur jalan seperti di lokasi kecelakaan yang kerap disebut 'turunan emen' itu sopir tidak seharusnya terlalu mengandalkan rem utama. Melainkan sopir harus menggunakan engine brake untuk memperlambat laju kendaraannya.
[Gambas:Video CNN]
Haryo menilai engine brake merupakan teknik pengereman dengan mengatur posisi gigi transmisi. Tuas transmisi biasanya dipindah ke lebih rendah untuk memperlambat laju kendaraan.
"Jadi karena dia turunan harusnya sistem pengelolaan rem engine brake. Rem utama jangan terlalu banyak. Nah ini yang belum kami tahu. Dari sana bisa terlihat kerusakan sistem rem, dan dia pake gigi berapa pas dia [saat bus terjadi] kecelakaan. Dari sana bisa digambarkan," ucapnya.
Haryo menambahkan cara pengereman para sopir ini akan menjadi rekomendasi KNKT untuk membuktikan penyebab kecelakaan di lokasi tersebut.
"Ya ada pemberitahuan pada rambu untuk menggunakan gigi rendah bagi setiap kendaraan terutama untuk bus dan truk yang melintas," ucap Haryo.