Kapal Selam Alugoro berhasil menyelam hingga kedalaman 250 meter dalam tahapan NDD yang merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT).
Keberhasilan pembangunan Kapal Selam Alugoro menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kedua perusahaan sudah pernah membuat kapal selam KRI Nagabanda tahun 2017 dan KRI Ardadedali pada 2018. Ketiganya merupakan kapal-kapal batch pertama dalam kerjasama pembangunan kapal selam antara kedua perusahaan. Namun, dua kapal itu belum dirakit di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Tahapan NDD Kapal Selam Alugoro ditinjau langsung oleh Kadislaikmatal Laksma Rachmad Hartoyo, Project Officer Kemhan Laksma Listiyanto, Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh, dan Executive Vice President DSME Su Joon Yoo.
Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Satriyo Bintoro menuturkan keberhasilan tahapan NDD menjadi acuan bahwa proses pembangunan kapal selam Alugoro sudah mencapai 90 persen.
PT PAL menyampaikan peluncuran dan peresmian nama Kapal Selam Alugoro telah dilakukan di Dermaga Kapal Selam PT PAL, Surabaya, pada 11 April 2019. Setelah itu, Kapal Selam Alugoro menjalani berbagai proses pengujian, seperti Harbour Acceptance Test (HAT) dan SAT.
PT PAL sedianya bakal menyerahkan Kapala Selam Alugoro kepada Kementerian Pertahanan untuk digunakan oleh TNI AL pada Desember 2020.