Bumbu Kari Penyedap Kia di Indonesia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 09:47 WIB
Bumbu Kari Penyedap Kia di Indonesia Kia Seltos di Indonesia didatangkan dari India. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dapur Kia di Indonesia kembali 'ngebul' setelah Kreta Indo Artha, anak usaha patungan besutan Indomobil Sukses Internasional dan Sarimitra Kusuma Ekajaya meluncurkan SUV Seltos sebagai pesaing Honda HR-V, dan Hyundai Kona pada Senin (20/1).

Perusahaan Kreta mencetak sejarah baru sebagai pengganti Kia Mobil Indonesia (KMI) yang selama ini menjadi Agen Pemegang Merek (APM) dan importir mobil-mobil Kia di dalam negeri sejak 17 April 2000.

Sebagai nakhoda baru, KIA mencoba melepas titel asal negeri 'ginseng' dari Kia di Indonesia. Sebagai gantinya, perusahaan KIA mencoba menaburi bumbu kari untuk Kia di dalam negeri.


Bukan tanpa alasan, ini terlihat melalui produk Kia yang dipasarkan di Indonesia. Produk perdana Kia asal India yang masuk Indonesia, yaitu Seltos diluncurkan awal pekan ini. KIA mencoba melawan arus, sebab faktanya selama ini Kia selalu didatangkan dari negara asalnya, yakni Korea Selatan.

"Jadi untuk sekarang yang dari India hanya Seltos," kata Marketing & Development Division Head KIA Ario Soerjo.

Menurut Ario pasar Indonesia memang tidak bisa menolak mobil-mobil asal India, sebut saja Suzuki, Renault, bahkan Toyota pernah memasukkan mobil ke Indonesia dari India.

Yang terpenting bagi Ario bagaimana Kreta memoles citra Kia sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek Kia, bukan fokus dari negara mana mobil datang.

"Jadi yang mau saya katakan brand-nya saja. Untuk pabrik di India kualitas sama saja (dengan pabrik Kia di Korea). Saya rasa mobil dari mana aja tinggal bagaimana kami melayani dan memberi servis paling baik. Itu fokus kami bersama Indomobil," kata Ario.

Mendatangkan mobil Kia dari India seperti tidak berhenti pada Seltos. Presiden Direktur Kreta Indo Artha Andrew Nasuri menambahkan ada beberapa model lain yang akan didatangkan ke RI. Kia tidak ragu karena produk mobil yang diproduksi di India sudah standar global.

"Kami sudah berjanji dan berkomitmen untuk pasar Indonesia menghadirkan tipe-tipe yang sangat cocok untuk pasar Indonesia," ungkap Andrew.

Menurut Andrew, seperti harapan konsumen lain, pihaknya akan menyediakan jaringan dealer yang tersebar di Jakarta, Surabaya, hingga Medan. Harapannya tahun ini bakal bertambah lagi 10 dealer Kia beroperasi sehingga totalnya 34 dealer.

"Jadi kami juga manfaatkan dealer grup Indomobil yang tidak aktif lagi seperti dealer Renault," ucap Ario.

[Gambas:Video CNN]

Rapor Kia di Indonesia

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan Kia periode Januari-April 2018 sebanyak 122 unit. Bulan kelima hingga akhir 2019 penjualan Kia tidak terdata karena dipecat oleh Gaikindo.

Namun di beberapa tahun sebelumnya jualan Kia terbilang cemerlang. Pada 2017 angka jualan 837 unit dan 2016 lebih tinggi yakni mencapai 1.422 unit.

Sedangkan 2015 jumlahnya 3.041 unit, 2014 mencapai 8.936 unit, 2013 dengan 12.121 unit sekaligus menjadikan Kia 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia, sementara 2012 menjual 13.651 unit dengan pangsa pasar 1,2 persen. Dari posisi 10 pun Kia naik menjadi merek terlaris nomor sembilan.

KIA melihat ada potensi merek ini kembali bangkit di Indonesia.

Visibilitas produksi Kia di RI

Kreta sangat optimistis bila Kia akan kompetitif bahkan potensi diproduksi di Indonesia untuk sejumlah modelnya. Untuk mencapai tahap itu tentu bukan hal mudah, persyaratan setidaknya ada permintaan pasar yang bisa dijadikan standar menuju perakitan lokal. Mengenai angkanya, cuma KIA yang tahu.

Sementara untuk tempat perakitannya, Indomobil mengklaim bisa menggunakan fasilitas produksi yang ada.

Jika ditelusuri anak perusahaan di bawah Indomobil Group yang memiliki fasilitas pabrik, antaranya Nissan, Hino, hingga Suzuki. Cara ini dianggap solusi untuk mengalungkan titel 'produksi lokal' Kia.

"Kami kan punya banyak pabrik jadi tidak ada masalah," tutup Presiden Direktur Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidjojo. (ryh/mik)