Mengenal Truk Rusia GAZ Sadko yang Bantu Korban Banjir Bogor

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 07:31 WIB
GAZ Sadko merupakan kendaraan produksi Gorky Automobile Plant asal Rusia yang dipakai BNPB bantu korban banjir dan longsor di Bogor. Truk Rusia GAZ Sadko. (BNPB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim dua truk Gorkovsky Avtomobilny Zavod (GAZ) Sadko asal Rusia untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Bidang Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo menuturkan GAZ Sadko dikirim karena kawasan Sukajaya pasca bencana sulit ditempuh oleh kendaraan biasa.

"Truk dengan spesifikasi offroad ini dengan mudah menerjang medan berlumpur, berkemiringan, maupun bergenangan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (22/1).


Agus menyampaikan dua truk yang dikirim BNPB ke Sukajaya adalah GAZ Sadko Ural 6 x 6 dan Sadko Next 4 x 4. Dia berkata Sadko Ural 6 x 6 mampu mengangkut beban hingga 6 ton atau berkapasitas 30 orang.


"Truk ini juga dapat mengarungi genangan air dengan kedalaman hingga 1,7 meter," ujarnya.

Sementara Sadko Next 4 x 4, kata dia, memiliki spesifikasi lebih ringan, yakni berdaya angkut 2,5 ton atau mampu mengangkut 30 orang. Keistimewaan lain dari jenis tersebut dapat meluncur pada kemiringan 31 derajat dan mengarungi genangan air hingga kedalaman 1,2 meter.

Agus menyampaikan GAZ Sadko hanya digunakan dalam operasi penanganan darurat, salah satunya untuk mengangkut logistik ke Kecamatan Sukajaya. Operasional kendaraan itu pun di bawah kendali Komando Rayon Militer Bogor.

[Gambas:Video CNN]

Mengutip Military Today, GAZ Sadko merupakan kendaraan versi terbaru yang diproduksi oleh Gorky Automobile Plant asal Rusia. Nama Sadko terinspirasi dari petualang Rusia pada abad pertengahan.

GAZ bukan kendaraan asing di Indonesia. Pada tahun 60-an, TNI pernah menggunakan jip dan truk GAZ sebagai kendaraan operasional. Namun, situasi politik internasional tahun 1965 membuat pasokan suku cadang tidak masuk ke Indonesia.

Baru pada 2018, GAZ kembali mengaspal di Indonesia lewat PT Ralika selaku pemegang merek dagang di Indonesia.

(jps/DAL)