Cara Pangeran Saudi Bajak Ponsel Jeff Bezos Lewat WhatsApp

eks, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 08:27 WIB
Cara Pangeran Saudi Bajak Ponsel Jeff Bezos Lewat WhatsApp Ponsel Jeff Bezos diduga diretas Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman lewat video yang dikirim lewat WhatsApp (MANDEL NGAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos diretas. Peretasan ini diduga lewat video berisi spyware yang dikirim lewat akun WhatsApp Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman (MBS) pada 1 Mei 2018, seperti diungkap penyidik PBB.

Lewat spyware itu, peretas telah mengirim banyak informasi dari ponsel Bezos. Spyware itu tak perlu waktu lama untuk melakukan aksinya. Pengintaian dan pengiriman data itu bisa dilakukan dalam beberapa jam setelah video tersebut dikirim, seperti dilaporkan CNNSpyware sendiri adalah kode jahat yang digunakan untuk memata-matai korban. 

Dua penyidik forensik digital PBB ini menyebut penyusupan ini memakai spyware yang kerap dipakai Saudi untuk memata-matai beberapa pihak lain.

Pengiriman data ini tak terdeteksi selama beberapa bulan. Diperkirakan data dengan besar lebih dari 6 GB telah dicuri, berdasarkan rangkuman laporan ahli PBB Agnes Callamad dan David Kaye.


Callamard adalah penyidik kasus pembunuhan di luar hukum. Ia pun melakukan penyidikan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Sementara Kaye adalah pelapor khusus PBB yang fokus pada kebebasan berekspresi.

Mengutip The Guardian, Bezos mulai curiga ponselnya diretas setelah kasus perselingkuhannya terungkap ke publik oleh National Enquirer. Sejak saat itu, ia menyewa penyidik pribadi untuk mengungkap masalah ini. Penyidikan pun mulai dilakukan pada ponsel Bezos terkait pemberitaan pada Januari tahun lalu itu.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Bezos menolak berkomentar terkait kasus ini. Facebook yang menjadi induk WhatsApp pun tidak merespon permintaan konfirmasi.

Menurut perkiraan peretasan ini dilakukan lantaran Bezos merupakan salah satu pemilik Washington Post. Surat kabar ini menaungi Jamal Khashoggi, wartawan incaran Kerajaan Saudi. Sebab, wartawan asal Saudi dan berkewarganegaraan AS ini kerap mengkritik pihak kerajaan.

Pada Rabu (22/1) Bezos mengeposkan foto ketika berada di memorial Khashoggi pada 2019. Ini adalah kali pertama Bezos mengeposkan foto terkait Khashoggi sejak laporan peretasan WhatsApp ini terungkap.

Saat kasus pembunuhan Khashoggi terungkap pada Oktober 2018, ia bekerja sebagai kolomnis di Washington Post. Ia bekerja di surat kabar itu sejak September 2017. Sejak saat itu surat kabar ini kerap memberitakan soal pengekangan media oleh putra mahkota Saudi itu.

Washington Post pun gencar memberitakan kasus pembunuhan Khashoggi dan kemungkinan campur tangan MBS dalam kasus itu. Dalam salah satu tulisan onlinenya, Washington Post bahkan menulis kalau Bezos menjadi salah satu musuh Arab Saudi akibat liputan Washington Post atas pembunuhan Khashoggi. Hal serupa diungkap oleh penyidik PBB.

"Ketika Arab Saudi harusnya melakukan penyelidikan pembunuhan Khashoggi dan mencari siapa yang bertanggung jawab, mereka malah diam-diam menyerang Bezos dan Amazon secara online dan masif. Ia ditargetkan karena menjadi pemilik Washington Post," tulis laporan Callamard dan Kaye. (eks)