Komentar Kocak Warganet Usai Fatwa Haram Vape

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 20:23 WIB
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektronik atau vape. Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok elektrik atau vape. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok elektrik atau vape. Muhammadiyah menilai vape sama dengan rokok konvensional yang khaba'is atau merusak dan membahayakan.

Fatwa yang dilontarkan oleh Muhammadiyah pun tak pelak membuat warganet bereaksi dengan membuat tagar #FatwaHaramVape. Lebih dari tujuh ribu warganet sudah berkicau terkait fatwa tersebut.

Salah satu warga net yang turut berkomentar adalah @ksatria_limas. Dia memilih untuk menyedot WC karena menyedot vape dinilai haram




Reaksi lain disampaikan oleh akun @benfaridzal_. Dia bahkan menanti fatwa haram lain setelah Netfix dan vape diharamkan.

Netfix sebelumnya dikabarkan akan dinyatakan oleh Majelis Ulama Indonesia. Namun, kabar itu langsung dibantah oleh MUI.

"Kemaren ada fatwa netflix di haramkan, sekarang vape yang di haramkan. Lu lagi nonton netflix sambil ngevape kelar hidup lu. Besok apa lagi yang di haramkan? Ga ngerti gua ama negara ini!! #FatwaHaramVape #NETFLIXHARAM," kutip @benfaridzal_.



Seorang netizen memelesetkan vape rokok, dengan vape merek pembasmi serangga.



Di sisi lain, warganet @misteertt mengaku tidak khawatir dengan fatwa haram yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah terhadap vape. Sebab, dia mengaku bagian dari Nahdatul Ulama.

"Up....saya bukan muhammadiyah Saya NU dan saya ngevape....wek #FatwaHaramVape," kicau @misteertt.



Sementara warganet @rijalhf juga mengaku tidak khawatir dengan fatwa haram terhadap vape karena menghisap pod, rokok elektrik sejenis vape dengan ukuran yang lebih kecil.



Sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektronik atau vape. Fatwa ini diklaim mempertegas fatwa haram rokok yang sudah pernah dikeluarkan sebelumnya.

"Rokok elektronik hukumnya haram sebagaimana rokok konvensional karena termasuk kategori perbuatan konsumsi yang khaba'is atau merusak atau membahayakan," kata anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Wawan Gunawan Abdul Wachid di Yogyakarta, dikutip dari Antara.

Selain mengharamkan untuk menghisap vape, membeli vape juga dinilai Muhammadiyah merupakan perbuatan tabzir atau pemborosan yang dilarang menurut Al Quran. (panji/mik)