Operasi TMC ini dilakukan sejak 3 Januari 2020. Operasi rekayasa cuaca ini melibatkan BMKG, BPPT, dan TNI AU.
"Operasi TMC tanggal tiga terus berlanjut dalam operasi ini kita mengupayakan agar tetap dengan misi menurunkan hujan. Kalau target Jabodetabek, [kami] akan turunkan hujan di perairan yang di luar target," ujar Kepala BPPT, Hammam Riza kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hammam menjelaskan operasi TMC dilakukan berdasarkan dinamika cuaca yang didapat dari BMKG maupun LAPAN. Ia mengatakan TMC melakukan misi (sortie) sesuai dengan kebutuhan.
"Ada hari kita tidak terbang karena cuaca baik, tapi ada hari di mana kita harus melaksanakan sortie penerbangan pada saat kita berpotensi mendapatkan hujan lebat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Dihubungi terpisah, Kepala Balai Besar TMC BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan pihaknya hari ini mengirimkan dua sortie untuk mengurangi curah hujan di Jakarta.
"Operasi TMC terus dilaksanakan, ada dua sortie," ujar Tri.
Sesuai dengan prakiraan BMKG, Jakarta pada hari ini (24/1) dilanda hujan lebat. Beberapa wilayah di Jakarta juga tergenang luapan air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah per pukul 12.00 WIB, Jumat (24/1). Kepala BPBD DKI Subejo menyatakan Underpass Gandhi terendam hingga 2,5 meter.
Data awal BPBD DKI ada 17 titik genangan dan banjir di Jakarta. Pada pukul 12.00 WIB data ini bertambah hingga 54 titik dengan berbagai ketinggian dari 10 cm hingga 250 cm.