Kobe Bryant Tewas di Helikopter Teraman Kedua Dunia

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 12:24 WIB
Kobe Bryant Tewas di Helikopter Teraman Kedua Dunia Fakta Helikopter Sikorsky S-76B, heli teraman kedua dunia yang tewaskan Kobe Bryant (AP Photo/Matt Hartman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemain Los Angles Lakers Kobe Bryant (41) dan putrinya Gianna (13) meninggal dalam kecelakaan helikopter. Helikopter Sikorsky S-76B itu diklaim sebagai yang teraman kedua dunia lantaran minimnya catatan kecelakaan. 

Helikopter itu jatuh di sebuah bukit dekat dengan Kota Calabasas, California, Minggu (26/1). Melansir International Flight Network, Air Traffic Control (ATC) sempat mengingatkan pilot yang membawa helikopter tersebut bahwa tengah terbang terlalu rendah di bawah 'Visual Flight Rules' (VFR).

Namun pilot disebut tidak menanggapi peringatan tersebut. Helikopter dilaporkan terbakar di udara hingga jatuh. Ada enam penumpang lain dan satu pilot selain Kobe dan putrinya di dalam helikopter tersebut. Semuanya penumpang tewas.

Kepolisian Los Angeles (LAPD) menyebut kondisi cuaca tidak memenuhi standar untuk penerbangan saat kecelakaan helikopter yang membuat Kobe Bryant meninggal dunia


Helikopter Sikorsky S-76B dengan nomor ekor N72EX ini yang ditumpangi oleh Kobe merupakan helikopter sewaan. Kobe menyewa pesawat buatan 1991 ini dari Island Express Holding Corp.

Helikopter tipe S-76 memiliki beberapa varian, mulai dari S-76A,S-76A+, S-76B, S-76C, S-76C+, S-76C++, dan yang teranyar S-76D, mengutip Business Airnews.

Berikut sejumlah fakta terkait helikopter seri S-76 yang mengalami kecelakaan dan tewaskan Kobe Bryant.

Helikopter Teraman Kedua di Dunia

Melansir Los Angles Times, Sikorsky S-76 merupakan helikopter teraman kedua setelah Airbus130. Ratu Elizabeth II pernah terbang menumpang Sikorsky S-76 karena kemananan dan kenyamanannya.

Tercatat dari 915.515 jam terbang sepanjang tahun 2006-2016, Sikorsky S-76 hanya dua kali mengalami kecelakaan. Sementara Airbus 130 hanya sekali kecelakaan dari 1.053.786 jam penerbangan. Catatan kecelakaan Sikorsky bertambah dua kasus pada 2017.


Helikopter buatan anak perusahaan Lockheed Martin mengalami kecelakaan pertama terjadi pada 16 Juli 2002 di dekat pertambangan gas Global Santa Fe Monarch. Empat orang meninggal dalam kecelakaan itu. Penyebab kecelakaan akibat kerusakan rotor utama.

[Gambas:Video CNN]

Kecelakaan kedua terjadi di Teluk Tallinn, Estonia, pada 10 Agustus 2005. Dua awak helikopter dan 12 penumpang tewas dalam kejadian itu. Hasil penyelidikan menunjukkan kecelakan disebabkan oleh kegagaglan sistem kontrol penerbangan setelah beberapa menit lepas landas.

Kecelakaan ketiga terjadi pada 31 Mei 2013. Sikorsky S-76 yang dioperasikan oleh Orange (Ontario Air Ambulance Corporation) jatuh beberapa saat lepas landas dari bandara Moosonee, Kanada. Dua pilot dinyatakan meninggal dalam kejadian yang diduga akibat pilot belum menerima pelatihan yang memadai.

Kecelakaan terakhir terjadi di Istanbul, Turki, pada 10 Maret 2017. Akibat kejadian itu, tujuh orang meninggal dunia. Laporan penyelidikan menyebut kecelakaan terjadi karena helikopter menabrak Endem TV Tower akibat kabut tebal.

Adapun helikopter yang paling sering mengalami kecelakaan berdasarkan data adalah Robinson R44 dengan 38 kecelakaan dari 2.359.729 jam penerbangan.

Pertama diperkenalkan pada 1987

Varian S-76B yang digunakan Kobe pertama kali diperkenalkan pada 1976. Namun, helikopter yang digunakan Kobe diproduksi pada 1991.

Pesawat itu menggunakan mesin turboshaft ganda yang digunakan untuk menggerakkan rotor utama dan rotor ekor helikopter.

Bodi helikopter ini relatif besar dari helikopter penumpang lainnya. Sehingga helikopter ini kerap diterbangkan oleh dua pilot. Padahal sebagian besar helikopter ringan lain hanya dikendarai oleh satu pilot saja.

Digunakan Banyak Negara, Termasuk Indonesia

Tingkat kemananan yang tinggi membuat Sikorsky S-76 dibeli perusahaan dan VIP di banyak negara tertarik membelinya.

Melansir Business Air News, Sikorsky S-76 digunakan pada 51 negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, China, India, hingga Indonesia.

Di Indonesia, Sikorsky 76 dimiliki oleh Pelita Air Service dan Travira Air. Pelita juga memiliki pusat fasilitas perbaikan dan perawatan helikopter ini.


Harga Baru Capai Rp193 Miliar

Melansir Bussines Insider, Sikorsky S-76 pertama kali dirancang untuk transportasi perusahaan, khususnya industri minyak. Akan tetapi, tingginya minat pengguna komersial membuat Sikorsky S-76 mengalami perumahan. Salah satu inpirasi desain baru Sikorsky S-76 adalah Black Hawk UH-60 yang memiliki kabin luas.

Harga baru satu unit Sikorsky S-76 mencapai US$14,2 juta atau setara Rp193,7 miliar (dalam kurs Rp13.597 per dollar). Sementara harga helikopter bekas termurah Sikorsky S-76 adalah US$275 ribu atau Rp3,7 miliar. (jps/eks)