Macet, Alasan Kobe Bryant Sering Pakai Helikopter

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 13:46 WIB
Macet, Alasan Kobe Bryant Sering Pakai Helikopter Kobe Bryant. (Harry How/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kobe Bryant menumpangi helikopter merupakan kebiasaan yang sering dia lakukan sejak masih berkarier di klub basket Los Angeles (LA) Lakers. Dia disebut lebih memilih terbang ketimbang harus duduk diam di mobil sambil menikmati macet LA selama dua jam perjalanan dari rumah menuju ke kandang LA Lakers.

Artikel online GQ yang diterbitkan pada 1 Maret 2010 menceritakan kisah Bryant, kapten Lakers berusia 31 tahun dengan status 11 kali gelar All-Star dan gaji terbesar atlet NBA, naik helikopter pribadi dari rumahnya di kawasan Orange County ke stadion Lakers di Staples Center di Los Angeles setiap kali pertandingan tuan rumah.


Penulis artikel, J.R. Moehringer, seperti diberitakan usatoday.com menjelaskan, selain karena macet Bryant juga memilih helikopter untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Layanan seperti ini disebut bukan hal aneh buat atlet top dan mengingat riwayat Bryant cidera patah tulang, lutut, dan sakit pinggang dikatakan dia tidak bisa duduk selama dua jam di mobil.


"Bila Anda menghasilkan US$23 juta dengan tubuh Anda, naik helikopter untuk bekerja sebenarnya cukup praktis," tulis artikel itu.

Bryant tak cuma menggunakan helikopter buat kerja. Pada 2012 dia pernah mengantar rekannya Steve Blake yang sedang cidera untuk bertemu dokter dan menghindari kemacetan di Orange County.

Macet, Alasan Kobe Bryant Sering Pakai HelikopterHelikopter Sikorsky S-76B. (AP Photo/Matt Hartman)


[Gambas:Video CNN]

Pada 2017, General Manager Lakers sekaligus agen Bryant, Rob Pelinka, menceritakan pengalamannya menumpang helikopter bersama kliennya. Bryant saat itu meminta pilot melakukan manuver militer kemudian mematikan mesin.

"Hidup saya menghilang di depan mata saya. Saya hampir mengalami serangan jantung. Kobe hanya duduk di sana dengan tenang," kata Pelinka kepada Los Angeles Times.

Bryant dan sembilan orang lainnya telah dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (26/1) karena kecelakaan helikopter Sikorsky S-76 di Calabasas, California. Salah satu korban tewas lainnya terkonfirmasi adalah anak Bryant berusia 13 tahun, Gianna Maria Onore.

Kecelakaan itu dilaporkan terjadi saat pebasket yang mencetak total poin lebih banyak dari Michael Jordan itu menuju Mamba Academy dekat Thousand Oak, California, untuk berlatih basket.

Sebelum terjatuh ke kawasan perbukitan, dalam rekaman video helikopter terlihat berputar dan berasap. Setelah terjatuh helikopter meledak lantas api dan asap membumbung tinggi ke udara.


Bryant merupakan salah satu atlet terkaya di dunia. Forbes menyebut selama dua dekade menjadi pebasket dia memperoleh pendapatan US$770 juta atau sekitar Rp10,78 triliun. (fea)