"Tapi Pak Bahlil [Kepala BKPM Bahlil Lahadalia] bersedia sama-sama jadi 110 unit. Saya harapkan ada Eselon 1 dan 2 gunakan ini," kata Budi di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1).
Budi belum mau menjelaskan mobil listrik apa yang akan dibeli. Namun bila melirik opsi yang ditawarkan saat ini di dalam negeri setidaknya ada tiga pilihan merek, yakni Tesla, Hyundai, dan BMW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kami belum menetapkan akan menggunakan apa," kata Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tentu ini langkah bagus ke depannya," katanya.
Budi menambahkan jumlah mobil listrik di Indonesia sekarang masih sangat sedikit. Dia berharap populasinya bisa terdongkrak naik bila dicontohkan dengan memfasilitasikan pejabat negara.
"Jadi kalau kami lakukan intensif dimulai dari pejabat negara akan jadi cepat," katanya.
Sebagai informasi sebelumnya negara sudah melakukan pengadaan mobil rendah emisi untuk jajaran kabinet Presiden Joko Widodo era 2019-2024, yakni Toyota Crown. Meski demikian mobil ini jenis hybrid, belum sepenuhnya listrik. (ryh/fea)