Kobe Bryant Pernah Beli Ferrari Miliaran, Bayar Pakai Cek

fea, CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 19:17 WIB
Kobe Bryant Pernah Beli Ferrari Miliaran, Bayar Pakai Cek Kobe Bryant saat mengunjungi Disneyland Hong Kong pada 2006. (AFP PHOTO/Philippe LOPEZ))
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda basket Kobe Bryant, juga punya hobi sama seperti atlet terkaya di dunia lainnya, yaitu mengoleksi mobil mewah. Setidaknya ada 10 mobil mewah di garasi Kobe yang salah satunya punya cerita unik sebab dibeli langsung pakai cek.

Pada 2012 Kobe dikabarkan membeli Ferrari 458 Italia. TMZ mengabarkan pada Maret 2012 sang Black Mamba - julukan Kobe - membeli supercar itu seharga US$329 ribu (Rp2,9 miliar dengan asumsi Rp9 ribu per US$1) yang dibayar tunai dengan cek.

[Gambas:Youtube]



Pendapatan Kobe saat membela LA Lakers musim 2012 disebut US25 juta, jadi dana yang dia keluarkan buat membawa pulang mewah itu dikatakan cuma 'secuil'.

Ferrari 458 Italia merupakan salah satu spesies 'kuda jingkrak' yang dibekali mesin V8. Mesinnya berkapasitas 4.500 cc dan sanggup menendang sampai 562 hp dan torsi 540 Nm ke kedua roda belakang. Ferrari mengklaim 458 Italia bisa dipacu 0 - 100 km per jam dalam 3,4 detik.

Kobe beberapa kali terlihat mengendarai 458 Italia sejak pembelian dilaporkan. Meski begitu peraih lima kali Juara NBA ini lebih dikenal sering menggunakan helikopter untuk bepergian di Los Angeles, California, Amerika Serikat tempat ia tinggal.

[Gambas:Video CNN]


Selain 458 Italia, Kobe juga diketahui memiliki banyak mobil mewah lainnya, yaitu Lamborghini Murchielago satu-satunya dengan transmisi otomatis, Lamborghini Aventador, Bentley Continental GT, Bentley Azure Mulliner, Ferrari F430, Chevy Impala Convertible 1963, Pontiac Parisienne Convertible 1967, Jeep Wrangler 'Call of Duty', dan Cadilac Escalade.

Menurut Forbes Bryant yang meninggal karena kecelakaan helikopter pada Minggu (26/1) merupakan salah satu atlet terkaya di muka bumi. Kariernya selama dua dekade yang hanya dihabiskan di LA Lakers telah memberinya pendapatan hingga US$770 juta atau sekitar Rp10,78 triliun. (fea)