Warga Bisa Pantau Sebaran Virus Corona Real Time Lewat Portal

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 20:26 WIB
Warga Bisa Pantau Sebaran Virus Corona Real Time Lewat Portal Ilustrasi virus Corona. (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Universitas John Hopkins, Baltimore, Amerika Serikat mengembangkan portal pantauan terkini penyebaran virus corona. Dalam portal tersebut, masyarakat bisa melihat peta penyebaran virus corona secara real time.

Dilansir dari situs John Hopkins, portal tersebut dikembangkan oleh Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins. Situs menampilkan statistik kematian dan kasus infeksi virus corona.

Masyarakat bisa mengakses situs tersebut di sini https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6 


Situs ini juga memungkinkan pengguna untuk mengunduh data dengan gratis.

Data tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber, yakni WHO, US Centers for Disease Control and Prevention, National Health Commission of the People's Republic of China, dan Dingxiangyuan, situs jejaring sosial bagi tenaga medis yang menyediakan informasi kasus corona secara real time.


Profesor dari Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins, Lauren Gardner mengatakan portal ini dibuat karena pihaknya menganggap pentingnya situasi mewabahnya virus orona bagi publik.

"Kami pikir penting bagi publik untuk memiliki pemahaman tentang situasi wabah karena terungkap dengan sumber data yang transparan. Untuk komunitas riset, data ini akan menjadi lebih berharga karena kami terus mengumpulkannya dari waktu ke waktu," kata Gardner.

Gardner mengatakan "data kasus tingkat lokal" dari Dingxiangyuan, laporan media, dan otoritas medis setempat dapat membuat langkah preventif terhadap virus yang lebih tepat waktu. Dibandingkan dengan laporan skala nasional yang membutuhkan waktu dari sisi pengumpulan data.

[Gambas:Video CNN]

Data-data dari portal ini dapat diunduh di Google Sheet. Data berisi terkait  kasus corona di lebih dari 30 lokasi di China,serta di berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Kolombia, Brasil, Australia, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya China menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah hingga mencapai 80 orang, Senin (27/1). Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang.

Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik tajam menjadi 2.744. Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan itu naik menjadi 769, setengah dari mereka ada di Hubei, di mana 461 dari mereka dalam kondisi serius.

(jnp/DAL)