Staf Google-Microsoft yang dari China Diminta Kerja di Rumah

CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 20:08 WIB
Sejumlah perusahaan teknologi Amerika, seperti Google dan Microsoft, meminta karyawan mereka yang baru kembali dari China untuk bekerja di rumah hingga 14 hari. Sejumlah perusahaan teknologi Amerika, seperti Google dan Microsoft, meminta karyawan mereka yang baru kembali dari China untuk bekerja di rumah hingga 14 hari. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah perusahaan teknologi terkemuka Amerika, seperti Google, Amazon, dan Microsoft meminta karyawan mereka yang baru kembali dari China untuk bekerja di rumah hingga 14 hari.

Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona yang berasal dari kawasan Wuhan, China.

Selain itu, perusahaan mesin pencari Google juga menutup sementara kantor mereka di China, Hong Kong, dan Taiwan. Mereka juga membatasi perjalanan bisnis ke Negeri Tirai Bambu.
Sementara itu, perusahaan ritel online, Amazon Inc, menyatakan pihaknya masih memperbolehkan perjalanan bisnis ke China jika sangat diperlukan.


"Kami menempatkan kesejahteraan dan keselamatan karyawan. Kami membatasi perjalanan bisnis ke China sampai waktu yang belum ditentukan," kata juru bicara Amazon seperti dilansir CNET.

Pernyataan itu berlanjut, "Kami juga mendorong karyawan untuk mengikuti pedoman kesehatan dan keselamatan yang diberikan oleh lembaga kesehatan internasional seperti CDC [Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS]."
Berdasarkan rekomendasi CDC, Microsoft mengeluarkan pemberitahuan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah dan membatalkan perjalanan ke China sampai 9 Februari mendatang.

Dari bidang perusahaan telekomunikasi, Apple Inc memutuskan menutup sementara kantor dan gerai mereka mulai hari ini, Sabtu (1/2), sampai 9 Februari.

"Pikiran kami bersama orang-orang yang terkena dampak langsung virus corona. Berdasarkan saran terbaru dari pakar kesehatan, kami menutup semua kantor dan toko kami di China hingga 9 Februari," demikian pernyataan Apple.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya perusahaan teknologi AS yang memutuskan untuk memberi kelonggaran. Sejumlah perusahaan Jepang seperti produsen mobil Nissan juga dikabarkan akan mengevakuasi karyawan mereka yang ada di China.

"Ekspatriat Jepang dan anggota keluarga mereka di Wuhan akan dikembalikan ke Jepang dengan pesawat charter milik pemerintah," kata juru bicara Nissan seperti dikutip CNN.

Selain Nissan, produsen mobil lain asal Korea Selatan, Hyundai Motor, juga menangguhkan produksi mobil SUV Palisade mereka.

"Kami telah menangguhkan jam lembur yang telah dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu untuk memproduksi kendaraan SUV Palisade kami," kata juru bicara Hyundai Motor, Jin Cha.

Cha mengatakan perusahaan terus memantau situasi pabrik mereka yang ada di China untuk membuat keputusan lebih lanjut. (din/has)