Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah China pembatasan operasional atau menutup toko, restoran dan berbagai lini bisnis di China. Kebijakan itu diambil sebagai langkah pencegahan pemerintah China agar virus tersebut tidak meluas.
Akibatnya, laporan dari Strategy Analytics mengungkapkan pengiriman ponsel cerdas di China akan menurun 30 persen pada kuartal pertama (Q1) 2020.
Kasus virus corona ini diperkirakan memperlambat pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) dan pengeluaran konsumen di China. Hal ini nantinya akan memengaruhi pasar ponsel cerdas di negara itu pada paruh pertama tahun 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan lebih lanjut mencatat bahwa China memproduksi hampir 70 persen dari ponsel dunia. Oleh karena itu, keterlambatan dalam operasi pabrik karena liburan Tahun Baru yang diperpanjang dan pembatasan perjalanan serta karantina akan berdampak buruk pada pasokan dan produksi global.
Tanda-tanda awal kekurangan pasokan produk terlihat dari gaibnya stok Asus ROG Phone 2 di India saat ini. Laporan lebih lanjut menambahkan bahwa dampak virus corona pada pengiriman ponsel pintar di China bisa lebih buruk apabila penyebaran virus ini tidak dikendalikan dalam beberapa bulan ke depan.
"Wabah virus corona baru di Wuhan akan menghantam China dan ekonomi global selama paruh pertama 2020. Pasar smartphone akan terkena dampak buruk oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat dan belanja konsumen yang jatuh, " ujar Direktur Strategy Analytics Linda Sui seperti yang dikutip dari South China Morning Post.
[Gambas:Video CNN]
Vendor terkemuka seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi diperkirakan akan terkena dampak negatif virus corona di China. Laporan terpisah
dari Canalys juga memprediksi wabah Corona di China membuat pengiriman ponsel pada kuartal keempat mencatat angka terendah sejak kuartal pertama 2013.
"Setiap penundaan operasi untuk pabrik, dengan karantina atau pembatasan perjalanan, pasti akan menyebabkan kekurangan pasokan tenaga kerja sementara," kata Sui (jnp/eks)