Menurut Weckert peretasan bisa dilakukan dengan mudah. Sebab, Google Maps punya kelemahan keamanan yang bisa dieksploitasi dengan mudah. Kelemahan Google Maps terletak pada kekuatannya yang bergantung pada data crowdsourcing.
Crowdsourcing artinya pengumpulan data dilakukan lewat kumpulan data yang diambil dari sekelompok besar orang. Dalam kasus Google Maps, dari data lokasi yang diambil dari ponsel para pengguna yang sedang menyalakan aplikasi Google Maps.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Pesan Ojek Online Lewat Google Maps |
"(Sebanyak) 99 smartphone bekas dibawa menggunakan gerobak untuk membuat kemacetan palsu di Goole Maps. Dengan cara ini, sangat pungkin membuat jalanan yang ditandai warna hijau menjadi merah dan memengaruhi navigasi para pengendara sebenarnya. Karena mereka diarahkan untuk menggunakan rute lain agar tak terjebak kemacetan," tulis Weckert dalam blognya.
Banyaknya ponsel yang digunakan saat melintasi daerah yang sama, membuat GoogleMaps berasumsi kalay wilayah yang dilewati Weckert dengan gerobaknya tengah mengalami kemacetan.
Lebih lanjut, menurut Google mereka sudah bisa membedakan pengguna Google Maps yang menggunakan motor dan mobil di sejumlah negara. Namun belum bisa mendeteksi jika pengguna menggunakan gerobak.
Melalui cuitannya, Senior Perangkat Lunak Google Torrey Hoffman mengatakan bahwa aksi semacam itu bisa saja dilakukan oleh orang awam.
[Gambas:Twitter]
"Saya bekerja untuk Google Maps dan saya cukup tahu sedikit bahwa cara ini [membuat kemacetan palsu] bisa dilakukan. Saya percaya ini mungkin," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Google Maps mengakui telah memetakan jalan sepanjang lebih dari 16 juta kilometer di seluruh dunia. Layanan mesin pencari ini mengatakan peta gambar tersebut dapat diakses Street View dan setara dengan mengelilingi Bumi sebanyak 400 kali.
Google melalui Google Earth juga telah menangkap citra permukaan Bumi seluas 57,9 persen. Gambar-gambar tersebut mencakup area Bumi sebesar 98 persen.
Angka-angka ini menandai pertama kalinya Google merilis angka cakupan pemetaan Google Maps. Dengan jumlah pengguna bulanan hingga 1 miliar orang, Google Maps menjadi salah satu produk unggulan Google. (din/eks)