Melansir AFP, Koch mendarat pada 09:12 GMT di padang rumput Kazakhstan setelah 328 hari di ruang angkasa bersama dengan Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Alexander Skvortsov dari Badan Antariksa Rusia (Roscosmos).
Dalam rekaman video badan antariksa Roscosmos dari lokasi pendaratan, Koch tampak tersenyum lebar setelah keluar dari pesawat ruang angkasa Soyus yang membawanya kembali ke Bumi. Ia meluncur ke ISS pada 14 Maret 2019.
"Saya sangat kewalahan dan bahagia sekarang," kata Koch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Koch menilai Whitson yang kini berusia 60 tahun sebagai inspirator dan mentor dalam program luar angkasa yang dilakukannya. Dia juga berbicara tentang keinginannya untuk menginspirasi generasi penjelajah berikutnya.
[Gambas:Video CNN]
Data medis Koch dinilai akan sangat berharga bagi para ilmuwan NASA karena badan tersebut sedang menyusun rencana untuk misi berawak jangka panjang ke Mars.
Melansir The Washington Post, Koch adalah seorang ilmuwan dari North Carolina yang bergabung dengan korps astronaut pada 2013, kelas pertama dalam sejarah NASA yang memiliki astronaut wanita sebanyak pria.
Koch dan Jessica Meir yang masih berada di ISS melakukan spacewalk wanita pertama ketika mereka melangkah keluar stasiun ruang angkasa untuk memperbaiki pengisi daya baterai yang rusak.
Secara keseluruhan, Koch melakukan enam wahana antariksa, termasuk tiga dengan Meir. Koch diketahui menghabiskan total 42 jam dan 15 menit di luar stasiun.
Lihat juga:SpaceX Kenalkan Dua Astronaut Pertama Mereka |