Tren Sains

Fakta Pohon Pule Si Pengganti Mahoni di Monas

CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 19:24 WIB
Fakta Pohon Pule Si Pengganti Mahoni di Monas Ilustrasi. Pemprov DKI menanam pohon pule di Monas pekan lalu. (Istockphoto/Tisomboon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan selatan Monumen Nasional (Monas) ditanami pohon baru jenis Pule atau Pulai. Pohon akan diletakkan di pinggir sisi kiri dan kanan dari Plaza yang direvitalisasi. Pohon ini digunakan sebagai pengganti dari 191 Mahoni yang telah ditebang sebelumnya.

Selain pohon Pule, Pemprov DKI juga sudah menanam sejumlah pohon lain seperti Jati, Trembesi, dan pohon buah.

Berikut fakta-fakta pohon Pule yang disebut Pemprov DKI Jakarta dibanderol dengan harga Rp8,5 juta per pohon.

1. Hayati Asli Indonesia


Peneliti Botani di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Destario Metusala mengatakan pohon dengan nama latin Alstonia scholaris ini memiliki sebaran alami di China, India, Asia Tenggara, hingga Australia.

"Di Indonesia, spesies ini tumbuh alami di hampir seluruh wilayah dari Sumatra sampai Papua," ujar Destario kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/2).

2. Cocok Jadi Peneduh Monas

Destario menjelaskan Pule dapat tumbuh hingga mencapai 50 meter dengan diameter batang bawah dapat mencapai 1,25 meter. Tumbuhan ini memiliki pola percabangan bertingkat. Pohon ini termasuk pohon yang terus berdaun dan cocok sebagai peneduh di kawasan Monas.

"Jenis yang terus berdaun sepanjang tahun (evergreen) sehingga tampak asri dan cocok sebagai peneduh," kata Destario.

[Gambas:Video CNN]

3. Bisa Obati Bronkitis Hingga Disentri

Destario mengatakan Pohon Pule juga bisa dimanfaatkan sebagai tujuan pengobatan. Kulit batang Pule mengandung alkaloid. Dikutip dari situs jogjaprov, Kulit batang Pule juga bisa digunakan untuk penyakit kulit, epilepsi dan hipertensi.

Getah dari batang Pule dapat digunakan untuk mengobati sariawan dan keseleo. Kayu Pule dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan batang pensil, topeng dan kerajinan kayu lainnya.

"Alkaloid yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan pengobatan mulai dari anti disentri hingga bronkitis. Bahkan daun dan getahnya pun juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam pengobatan tradisional," kata Destario.

4. Digunakan Sejak Abad Ke-9 di Indonesia

Destario mengatakan Pohon Pule memiliki sejarah panjang dengan penduduk Indonesia. Pohon Pule telah dimanfaatkan sejak abad ke-9 di Indonesia.

"Bahkan sosok pohon Pule pun sudah dikenal oleh nenek moyang kita terdahulu dan digambarkan dalam salah satu relief di Candi Borobudur abad ke 9," kata Destario. (jnp/eks)