Meskipun dilindungi oleh hukum internasional, trenggiling adalah salah satu mamalia paling banyak diperdagangkan di Asia karena dagingnya dianggap lezat di negara-negara seperti China dan sisiknya digunakan untuk obat tradisional.
"Penemuan terbaru ini akan sangat penting untuk pencegahan dan pengendalian (virus)," ujar peneliti dari South China Agricultural University, mengutip dari AFP, Minggu (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli kesehatan berpendapat virus itu mungkin berasal dari kelelawar dan kemudian ditularkan ke manusia, mungkin melalui spesies lain.
Tetapi di sisi lain,profesor kedokteran hewan di City University Hong Kong, Dirk Pfeiffer, mengaku bahwa penelitian tersebut masih prematur dan belum bisa 100 persen membuktikan trenggiling telah menularkan virus corona.
[Gambas:Video CNN]
"Anda hanya dapat menarik kesimpulan yang lebih pasti jika anda membandingkan prevalensi (dari virus corona) antara spesies yang berbeda berdasarkan sampel yang representatif," kata dia.
Meski begitu, ia mengatakan penularan virus corona ke manusia melalui pasar makanan masih perlu dibuktikan. Sebelumnya, virus corona dianggap ditularkan melalui kelelawar dan ular.