Bentuk pesawat ini pun nyaris seperti segitiga, lantaran bentuk bagian badan dan sayap yang hampir menyatu. Pesawat ini dinamakan MAVERIC (Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls). Sebelumnya, Airbus juga sudah mengeluarkan helikopter inovatif yang juga dinamakan Maverick.
Perubahan bentuk pesawat komersial ini cukup signifikan. Sebab, sejak pertama dikembangkan, bentuk pesawat terbang komersial tidak pernah berubah. Selalu berbentuk tabung panjang yang ditempeli sayap dan ekor.
Pesawat prototipe ini memiliki panjang 2 meter dan lebar 3,2 meter. Dari tampilannya, MAVERIC memiliki kemiripan dengan pesawat Stealth Bomber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan struktur segitiga ini, bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20 persen. Keuntungan lain adalah strukturnya yang lebih kuat, bobot pesawat yang lebih ringan, dan mesin yang lebih tenang.
[Gambas:Video CNN]
"Masih belum jelas kapan pesawat ini akan digunakan secara komersial," jelas Jean-Brice Dumont, EVP Engineering Airbus, seperti tertulis dalam situs resmi.
Untuk kabin penumpang MAVERIC, Airbus mengklaim akan menawarkan ruangan besar berbeda dari pada kabin pesawat komersial saat ini. Sebab, tata letak kabin MAVERIC memungkinkan penumpang mendapatkan ruang yang lebih luas di bagian kaki dan lorong sehingga bakal lebih nyaman bagi penumpang.
Namun, janji serupa sempat ditawarkan juga oleh Boeing 747 dan Airbus A380. Namun, kenyataannya ruangan yang lebih lega malah membuat maskapai penerbangan menjejalkan lebih banyak kursi di dalam pesawat alih-alih membuat ruangan lebih lega buat penumpang.
Kelemahan lain, pesawat ini dirancang tanpa jendela. Sehingga penumpang hanya akan duduk diruangan tertutup selama penerbangan berlangsung, seperti ditulis CNet.
Selain Airbus, sebelumnya Boeing juga sudah membuat prototipe pesawat dengan bentuk serupa. Pesawat dengan sayap yang menyatu dengan badan pesawat itu dinamakan X-48. Pesawat tanpa pilot besutan Boeing ini dibangun dengan kerjasama bersama NASA. Pesawat itu diuji pada tes penerbangan antara Agustus 2012 dan April 2013.
Selain itu, tahun lalu maskapai Belanda KLM bermitra dengan Universitas Teknologi Delft. Kerjasama keduanya dilakukan untuk mengembangkan pesawat dengan sayap yang menyatu dengan badan bernama Flying-V. (jps/eks)