Meski demikian, biasanya terdapat sejumlah perbedaan pada ponsel-ponsel yang masuk ke Indonesia. Berikut sejumlah perbedaan Samsung seri Galaxy S20 yang akan meluncur di Indonesia.
1. Tak pakai Snapdragon
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Samsung Galaxy S20 yang masuk ke Indonesia tak menggunakan cipset besutan Qualcomm. Alih-alih menggunakan Snapdragon 865, Galaxy S20 bakal dibekali chipset Exynos 990.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Harga
3. Menggunakan jaringan 4G
Samsung memutuskan untuk memasukkan seri Samsung Galaxy S20 versi 4G di Indonesia. Padahal saat diluncurkan di San Fransisco, Amerika Serikat, Samsung menggunakan kata '5G' sebagai salah satu ujung tombak keunggulan ponsel flagship teranyar Samsung ini.
Samsung Mobile Product Manager Samsung Electronics Indonesia, Verry Octavianus Wijaya mengatakan keputusan ini diambil oleh Samsung karena infrastruktur jaringan di Indonesia yang belum mengadopsi 5G.
"Yang masuk ke Indonesia S20 LTE (4G). Tergantung infrastruktur negara [...] Negara lain yang sudah siap 5G kita keluarkan 5G, tapi yang belum ada beberapa negara menggunakan 4G," kata Verry kepada awak media di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/2).
[Gambas:Video CNN]
Saat ini pemerintah masih melaksanakan uji coba frekuensi yang akan dialokasikan untuk layanan 5G. Alokasi frekuensi dibutuhkan sebagai kesepakatan dimana 5G akan beroperasi.
Kominfo akan menyiapkan uji coba teknis pada beberapa frekuensi seperti 26 Ghz dan 3,5 Ghz untuk jaringan 5G. Beberapa operator seperti Telkomsel dan XL sudah beberapa kali melaksanakan uji jaringan 5G.
4. Tersedia Maret
Samsung Indonesia menyebut ponsel ini akan tersedia di pasar Indonesia mulai 6 Maret mendatang. Sementara pemesanan S20 Ultra sudah mulai dibuka sejak 12 Februari kemarin di situs Samsung. (jnp/eks)