Dikabarkan jika desain layar ini cukup mencuri perhatian tidak hanya konsumen, namun juga perusahaan mesin pencari asal AS Google.
Google terpincut dengan fitur layar tekuk atau Flex Mode yang memiliki kemampuan membagi tampilan ponsel menjadi dua layar empat inci, yang masing-masing dapat menampilkan berbagai jenis konten yang disajikan atas-bawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google disebut akan menyematkan fitur layar Flex Mode ini untuk perangkat Android lainnya dilansir The Verge, Kamis (13/2).
[Gambas:Video CNN]
Menyoal Samsung Galaxy Z Flip, perangkat ini merupakan ponsel lipat kedua Samsung. Sebelumnya, perusahaan telah meluncurkan sang kakak yakni Samsung Galaxy Fold.
Samsung Galaxy Z Flip memiliki layar 6,7 inci yang dilapisi ultra-thin glass. Ponsel ini didukung prosesor anyar Qualcomm yakni Snapdragon 855, seperti diberitakan CNN.
Selain itu, perusahaan menyediakan varian memori RAM 8GB dan ROM 256GB. Namun perangkat tidak didukung slot kartu microSD.
Sementara dari sisi fotografi, pada bagian belakang ponsel terdapat dua lensa kamera yang masing-masing memiliki sensor 12MP (ultrawide) dan 12MP (wide-angle) serta kamera swafoto di bagian dalam layar 10MP.
Samsung Galaxy Z Flip akan mulail dijual di AS pada Jumat (14/2) dengan harga US$1,380 atau sekitar Rp18 juta (US$1 = Rp13.702). (din/mik)