Tips Otomotif

Cara Mengenali Kandungan Pelumas Mesin Berkualitas

CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 15:32 WIB
Cara Mengenali Kandungan Pelumas Mesin Berkualitas Ilustrasi pelumas mesin. (Istockphoto/Ensup)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelumas merupakan cairan penting yang digunakan untuk memuluskan gerak mekanis komponen mesin. Pelumas atau yang juga disebut oli berperan besar mengoptimalkan kemampuan kendaraan secara keseluruhan.

Sparepart Departemen Head Suzuki Indomobil Motor (SIM) Ignatius Ratrianto mengatakan memilih pelumas mobil tidak bisa dilakukan sembarang. Pemilik kendaraan disebut harus memahami mengenai kualitas pelumas yang digunakan sehingga rutinitas penggantiannya tidak sia-sia.

Penjelasan Ignatius, pelumas yang baik setidaknya harus memiliki kandungan molybdenum.


"Itu fungsinya sebagai friction modifier yang membentuk lapisan di atas permukaan metal dalam mesin. Gunanya adalah mengurangi gesekan sehingga kinerja mesin lebih optimal dan hemat bahan bakar," kata Ignatius di Jakarta belum lama ini.

Cara mengecek kandungan pelumas bisa dilakukan dengan memperhatikan keterangan pada kemasan pelumas. Di sana biasanya bakal terpapar rinci bahan baku dan teknologi yang digunakan dalam pembuatan pelumas tersebut.

Menurut Ignatius kualitas pelumas mesin juga bisa dilihat berdasarkan wujudnya. Pelumas pada umumnya terlihat kuning namun jernih, sedangkan produk yang berkualitas lebih tinggi tampak jernih dan bening.

Ignatius juga menjelaskan kualitas pelumas bisa dipantau melalui Indeks Viskositas (Viscosity Index). Indeks Viskositas pelumas pada umumnya 80-100, sedangkan pelumas dengan kualitas dikatakan di atas 120.

Pelumas mobil baru Suzuki Ecstar. (Dok. Suzuki Indomobil Sales)

Ia mengatakan salah satu produk pelumas Suzuki, Ecstar, yang baru diluncurkan pada pekan lalu, sudah mengadopsi standar tersebut guna meningkatkan kualitas.

"Itu jadi memberi efek hemat bahan bakar dan menjaga kondisi mesin. Kemudian oli yang bagus residu karbonnya sedikit yang fungsinya mengurangi efek negatif mesin," ungkapnya.

Ignatius menambahkan kualitas pelumas yang baik biasanya sudah mengadopsi standar API (American Petrolium Institute). Pelumas dengan standar ini dikatakannya memiliki interval penggantian berkala lebih lama dari biasanya, 10 ribu km atau enam bulan sekali sesuai petunjuk buku manual. (ryh/fea)