Bangun Pabrik di Hutan, Tesla Pindahkan Semut Pakai Sekop

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 09:39 WIB
Dalam proses mendirikan pabrik mobil listrik, Tesla mendapat kritik dari pecinta lingkungan karena potensi membunuh satwa liar di lokasi pembangunan pabrik. Tesla perusahaan otomotif asal Amerika Serikat. (Foto: AFP PHOTO / Emmanuel DUNAND)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembangunan pabrik mobil listrik Gigafactory Tesla pertama di hutan Eropa telah dilakukan dan diprediksi akan beroperasi mulai 2021 untuk memproduksi baterai, motor listrik untuk Tesla model Y.

Dalam prosesnya, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu 'diserang' pecinta lingkungan karena potensi membunuh semut, burung, dan kelelawar di lokasi pembangunan pabrik.

Menanggapi kritikan tersebut, Tesla pun berupaya untuk memindahkan satwa liar dari daerah yang terkena dampak pembangunan pabrik di atas lahan seluas 227 hektare di Gruenheide, Berlin, Jerman.


Berdasarkan laporan Tagesspiegel dikutip dari AFP, Senin (17/2), perusahaan setuju merelokasi semut hutan, reptil, dan lima jenis kelelawar ke lokasi yang lebih aman.

Pada saat proses pemindahan hewan-hewan tersebut Tesla tampaknya akan menemui kesulitan, sebab harus dilakukan dengan trik khusus. Contohnya saat memindahkan  semut-semut.

Perusahaan mengaku menggunakan sekop untuk menggali semut-semut di dalam tanah yang selanjutnya dipindahkan ke lokasi yang jauh dari jangkauan manusia. Selain itu, perusahaan juga akan menyiapkan ratusan sangkar burung baru imbas dari penggundulan hutan.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kondisi itu perusahaan setidaknya harus berlomba-lomba antara pabrik diresmikan pada 2021 dan mengembalikan hak satwa liar ke lokasi yang letaknya jauh dari aktivitas produksi mobil Tesla.

Serikat Konservasi Alam dan Keanekaragaman Hayati Jerman (NABU) juga menjelaskan bahwa memindahkan satwa liar kelelawar tidak akan mudah. Perusahaan wajib melibatkan ahli saat melakukan pemindahan hewan-hewan tersebut.

"Agar tidak mengganggu kelelawar, mereka harus dipindahkan pada saat hibernasi," kata direktur NABU Christiane Schroeder di Brandenburg kepada Berliner Zeitung.

Menteri Lingkungan Jerman Brandenburg Axel Vogel juga memperingatkan bahaya sisa bom era Perang Dunia II di lokasi pabrik. Sebab bulan lalu pemerintah telah menemukan tujuh bom Perang Dunia II yang ditemukan di lokasi pabrik Gigafactory Tesla. (mik)