Hal itu merespons ulasan salah satu penggiat gadget yakni Zack Nelson yang mengunggah sebuah video saat ia menguji coba ketahanan Samsung Galaxy Z Flip menggunakan pisau.
Hasilnya, saat pisau itu menyentuh layar, muncul goresan yang cukup terlihat pada layar Samsung Galaxy Z FLip.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perusahaan mengakui bahwa teknologi UTG berbeda dengan jenis layar perangkat Samsung lainnya. Meski begitu, Samsung telah menyematkan lapisan pelindung.
[Gambas:Video CNN]
Jika pengguna Samsung Galaxy Z Flip mengalami masalah pada layar, perusahaan akan menawarkan layanan untuk mengganti layar sebesar US$199 atau sekitar Rp2,7 juta (US$1 = Rp13,689), namun hanya berlaku untuk satu kali kerusakan seperti dilansir Engadget.
Sebelumnya permasalahan material layar sempat menimpa kakak dari Samsung Galaxy Z Flip yakni Galaxy Fold.
Sejumlah jurnalis dan pengguna awal Samsung Galaxy Fold mengeluhkan kalau layar lipat mereka pecah, terdapat tonjolan, dan berkedip setelah sehari digunakan. Kerusakan ini disebabkan oleh masuknya substansi ke bagian dalam layar akibat mereka menyingkirkan lapisan pelindung layar.
[Gambas:Youtube]
Menanggapi keluhan tersebut, Samsung telah menyelesaikan pemeriksaan internal terhadap sejumlah unsur yang menyebabkan masalah pada layar Galaxy Fold.
Ponsel lipat ini juga telah diperkuat dengan daya tahan yang cukup kuat di area tengah ponsel dan mengurangi celah antara display dan bezel layar utama untuk mencegah zat-zat eksternal masuk ke dalam perangkat. (din/mik)