Punya Riwayat Penyakit Jantung Dilarang Mengemudi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 13:34 WIB
Punya Riwayat Penyakit Jantung Dilarang Mengemudi Ilustrasi mengemudi. (Foto: Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengemudi harus mewaspadai serangan jantung yang bisa datang tiba-tiba. Sebab serangan jantung saat mengemudi bisa memicu kecelakaan.

Seperti kita ketahui serangan jantung bukan hanya dialami orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Contohnya, aktor sekaligus suami penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) Ashraf Sinclair yang meninggal karena serangan jantung pada Selasa (18/2). Sebelumnya tidak ada indikasi pria 40 tahun tersebut memiliki riwayat sakit jantung.


Praktisi keselamatan Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu mengatakan seseorang dengan riwayat penyakit jantung sangat disarankan menghindari aktivitas mengemudi karena dikhawatirkan kambuh ketika sedang berkendara.

Jusri bilang ini kaitannya bukan hanya keselamatan diri sendiri, dan pengguna jalan lain.

"Karena mengemudi itu ada di ruang publik. Jadi mereka bisa membahayakan orang lain," kata Jusri melalui telepon, Selasa (18/2).

Dijelaskan orang dengan riwayat penyakit jantung disarankan tidak lagi melakukan aktivitas mengemudi. Jika ingin bepergian pilih moda transportasi yang aman, misalnya angkutan umum atau diantar dengan keluarga menggunakan kendaraan pribadi.

Ia memberi contoh pada seseorang mabuk yang tidak boleh memegang kendali kendaraan. Jika dibiarkan dampaknya pasti merugikan pengguna jalan lain lantaran berpotensi mengalami kecelakaan.

"Ini kaitan juga dengan tanggungjawab dong. Makanya jangan mengemudi lagi kalau begitu, sangat sederhana solusinya," kata dia.

Jika pengemudi yang mendadak mengalami serangan jantung padahal tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, Jusri mengatakan sebaiknya menepi secepat mungkin, namun upayakan tetap memperhatikan keadaan lebih dahulu di sekitar kendaraan.

"Jika ada tanda-tanda (serangan jantung) sudah terbaca oleh pengemudi, segera cari tempat aman menepi. Kalau masih bisa segera ke rumah sakit untuk segera mendapat penanganan," kata Jusri. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT