Selama ini, sebagian pihak menilai puncak infeksi Covid-19 terjadi saat dalam satu hari terjadi penambahan orang terinfeksi dalam jumlah yang tinggi. Sebagian lain menyebut puncak infeksi Covid-19 terjadi ketika jutaan orang terinfeksi.
Melansir Nature, petugas kesehatan ingin mengetahui puncak dan jumlah orang yang akan terinfeksi Covid-19. Informasi itu nantinya akan digunakan untuk mempersiapkan rumah sakit dan waktu yang tepat untuk membuka kembali Kota Wuhan dan kota lain desekitarnya yang diisolasi sejak bulan lalu oleh otoritas China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda merevisi prediksi anda setiap minggu untuk mengatakan bahwa wabah akan memuncak dalam satu atau dua minggu, pada akhirnya anda akan benar," ujar peneliti pada bidang pengawasan penyakit Universitas Nevada, Brian Labus.
Zhong yang terkenal karena menemukan virus SARS prediksi itu didukung lewat kontrol pemerintah, seperti pembatasan perjalanan hingga memperpanjang jumlah hari libur.
Bahkan beberapa ilmuwan meragukan prediksi Zhong yang dinilai hanya untuk menenangkan masyarakat China yang semakin tertekan karena Covid-19 juga mempengaruhi perekonomian hingga kondisi masyarakat.
Sedangkan peneliti dari Londong School of Hygiene dan Tropical Medicine memperkirakan bahwa puncak Covid-19 terjadi kapan saja, termasuk hari ini.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Sebastian Funk, seorang ahli statistik yang memodelkan penyakit menular menyatakan bahwa puncak infeksi Covid-19 akan terjadi ketika 1 juta orang atau 10 persen penduduk Wuhan terinfeksi.
[Gambas:Video CNN]
Hal itu didasarkan pada perkiraan bahwa satu orang yang terinfeksi di Wuhan rata-rata menginfeksi 1,5 hingga 4,5 orang lain sejak pembatasan pejalanan keluar Wuhan diberlakukan pada 23 Januari 2020.
Ahli epidemiologi Universitas Hokkaido, Hiroshi Nishimura menuturkan rantai penularan baru kemungkinan akan terjadi karena orang-orang di sebagian kota besar China telah kembali bekerja setelah libur panjang. Dari situasi itu, dia memprediksi Covid-19 akan memuncak pada akhir Maret atau akhir Mei 2020.
Pada bulan itu, Nishimura memperkirakan 2,3 juta orang akan terinfeksi Covid-19 per hari. Secara total, dia memperkirakan 40 persen populasi China atau sekitar 550-650 juta warga China akan terjangkit Covid-19 di mana setengahnya akan memperlihatkan gejala infeksi.
Nishimura Mengaku telah menulis prediksi itu, termasuk model penghitungannya ke dalam sebuah makalah yang dikirim ke medRxiv. Dia juga berkata model penghitungan yang dibuatnya menyajikan pandangan yang relatif sederhana karena mengasumsikan setiap orang dalam populasi rentan terinfeksi Covid-19.
Melansir The Straits Times, Zhong meminta pemerintah China untuk secara permanen melarang perdagangan satwa liar sebagai salah satu cara untuk mencegah Covid-19 kembali muncul.
Ia juga berkata perlu adanya peningkatan mekanisme pengendalian penyakitnya dan bahkan membantu mendirikan sistem peringatan dini global untuk penyakit menular. (jps/mik)