Pertama-tama, kecerdasan buatan bisa digunakan untuk mendeteksi kanker dalam tubuh manusia. AI ini menggunakan computer vision di mana AI bisa mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk mengeluarkan sebuah kebijakan.
AI diprediksi bisa mengidentifikasi ada anomali dari gambar dengan mengeluarkan analisis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, contoh kedua adalah AI bisa mendeteksi gejala-gejala penyakit. Misalnya AI bisa menentukan penyakit lewat gejala-gejala yang dialami pasien.
"Itu berasal dari AI berdasarkan pengalaman dan gejala pengguna. Sehingga bisa keluarkan rekomendasi dan diagnosa," kata Alfonsius.
[Gambas:Video CNN]
Alfonsius mengatakan diagnosa tersebut tepat sasaran daripada pasien harus mencari di mesin pencarian tentang gejala yang ia alami. Hasil pencarian terkadang tidak akurat dan bahkan terkesan hiperbola.
Di Halodoc sendiri, saat ini AI digunakan untuk memberi evaluasi kepada para mitra dokter. Evaluasi tersebut mengukur kualitas pelayanan mitra dokter kepada para pengguna Halodoc.
"Kita gunakan AI untuk melihat performa dokter agar kita bisa berikan feedback ke dokter. Agar bisa merespon lebih cepat dan penjelasan lebih lengkap," kata Alfonsius.
(jnp/dal)