Mobil Diesel di Malaysia Mulai Minum B30 pada 2025

CNN Indonesia | Sabtu, 22/02/2020 02:55 WIB
Mobil Diesel di Malaysia Mulai Minum B30 pada 2025 Ilustrasi B30 dan B100. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia dilaporkan berencana memulai program biodiesel 30 (B30) atau penerapan campuran 30 persen minyak sawit dengan bahan bakar diesel pada 2025. Malaysia baru memulai program B10 pada Februari 2019, kemudian beralih ke B20 pada Kamis (20/2).

Diberitakan paultan.org, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan kebijakan B30 saat meresmikan kebijakan B20 di Kuala Lumpur.

Implementasi B20 dimulai telah dimulai lebih dulu Langkawi dan Labuan sejak bulan lalu. Sementara perluasan B20 secara bertahap mulai di dilakukan Serawak pada April dan Sabah pada Agustus, sedangkan di Semenanjung Malaysia pada Juni 2021.


Kementerian Perindustrian Malaysia menyebutkan B30 merupakan bagian strategi pemerintah mendorong penggunaan domestik minyak sawit.

Pemerintah juga bilang melalui program pencampuran bahan bakar diesel ini ditargetkan konsumsi minyak sawit meningkat menjadi 1,3 juta ton per tahun dari sebelumnya 534 ribu ton per tahun.

Malaysia diketahui merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, meski kuantitas produksi masih berada di bawah Indonesia.

Malaysia terkesan mengikuti program biodiesel yang sudah dilakukan Presiden Jokowi di dalam negeri. B30 telah diimplementasikan mulai tahun ini dan bakal terus ditingkatkan.

"Setelah B20, sekarang kita ke B30. B30 ini tapi tidak cukup, nanti ke B40 dan B50. Kita ingin kurangi ketergantungan terhadap impor solar, sementara kita juga negara dengan potensi sawit besar dan ini bisa untuk energi pengganti solar," kata Jokowi saat peresmian B30.

Program B30 diketahui merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Keduanya sempat membengkak akibat realisasi impor terlalu tinggi.

"Jangan sampai dari kita masih ada yang senang impor. Usaha untuk kurangi impor harus terus dilakukan dengan serius, kita bisa kurangi devisa kurang lebih Rp63 triliun," kata Jokowi. (ryh/fea)