Mobil Terobos Banjir, Ingat Batas Ketinggian Air

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 11:27 WIB
Mobil menerobos banjir tidak bisa dilakukan sembarang alias harus ada perhitungan. Kita perlu paham dahulu teknik dan batas ketinggian air yang aman dilalui. Mobil menerobos genangan air harus tahu triknya. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musim hujan yang menyisakan genangan air membuat pengendara tidak punya pilihan hingga berpikir apakah mobil bisa menerobos banjir.

Mobil menerobos banjir kerap dijadikan pilihan sejumlah pengemudi yang enggan putar arah kendaraan lantaran takut jarak tempuh menjadi lebih jauh atau terjebak macet.

Tapi mobil menerobos banjir tidak bisa dilakukan sembarang alias harus ada perhitungan. Kita perlu paham dahulu teknik dan batas ketinggian air yang aman dilalui.


Berikut tips aman pengemudi hadapi banjir menurut Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana.

Pertama pengemudi harus paham bila mobil hanya boleh melalui genangan namun dengan batas ketinggian air tertentu.

Kedua batas ketinggian air yang disebut 'aman' ini hanya 30 sentimeter (cm) atau sekitar setengah roda. Kalau lebih dari itu dianjurkan putar balik dan pilih jalur lain.

Ketiga batas ketinggian tersebut sudah memperhitungkan komponen inti kendaraan yang rentan rusak karena air contohnya Electronic Control Unit (ECU).

Selain itu batas ketinggian tersebut juga sudah mempertimbangkan air intake yang kemungkinan jadi jalur masuk air ke mesin penyebab water hammer. Perlu diketahui air intake setiap mobil berbeda-beda sehingga batas 30 cm menjadi yang paling aman.

Ke-empat kita tidak disarankan asal membuntuti mobil dari belakang untuk menerjang banjir.

[Gambas:Youtube]

Kelima sangat dianjurkan sebelum menerjang banjir pengemudi berhenti terlebih dahulu untuk mengamati keadaan. Lihat ketinggian air berdasarkan pengalaman mobil di depan.

Pola ini agar kita tidak terkecoh. Intinya jangan sampai kita terjebak mengira air dangkal namun ternyata dalam. (ryh/mik)