Mobil menerobos banjir kerap dijadikan pilihan sejumlah pengemudi yang enggan putar arah kendaraan lantaran takut jarak tempuh menjadi lebih jauh atau terjebak macet.
Tapi mobil menerobos banjir tidak bisa dilakukan sembarang alias harus ada perhitungan. Kita perlu paham dahulu teknik dan batas ketinggian air yang aman dilalui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama pengemudi harus paham bila mobil hanya boleh melalui genangan namun dengan batas ketinggian air tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu batas ketinggian tersebut juga sudah mempertimbangkan air intake yang kemungkinan jadi jalur masuk air ke mesin penyebab water hammer. Perlu diketahui air intake setiap mobil berbeda-beda sehingga batas 30 cm menjadi yang paling aman.
Ke-empat kita tidak disarankan asal membuntuti mobil dari belakang untuk menerjang banjir.
[Gambas:Youtube]
Kelima sangat dianjurkan sebelum menerjang banjir pengemudi berhenti terlebih dahulu untuk mengamati keadaan. Lihat ketinggian air berdasarkan pengalaman mobil di depan.
Pola ini agar kita tidak terkecoh. Intinya jangan sampai kita terjebak mengira air dangkal namun ternyata dalam. (ryh/mik)